Terjadi Kontak Tembak TNI-Polri dengan KKB Pimpinan Sabinus Waker di Sugapa

  • 27 Oktober 2020 01:08 WITA
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal SH
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAYAPURA –Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal SH mengatakan terjadi kontak senjata antara Tim gabungan TNI-Polri dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Pimpinan Sabinus Waker bertempat di Kampung Jalai Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya, Senin, (26/10/2020).

Dikatakan, pada saat kejadian diketahui KKB berjumlah 50 orang dengan membawa 17 senjata api yang terdiri dari orang dewasa dan anak remaja sebagai strategi tameng hidup KKB kelompok Sabinus Waker.

Pada saat kontak tembak tersebut, 50 orang bersenjata melakukan perlawanan kepada Tim gabungan TNI-Polri, sehingga diambil tindakan tegas dengan berhasil melumpuhkan dua tersangka atas nama Rubinus Tigau dan Hermanus Tipagau. 

"Dimana tersangka Rubinus Tigau mengalami luka tembak dan meninggal dunia di TKP. Sedangkan pelaku Hermanus Tipagau masih dalam kondisi hidup, dan saat ini telah diamankan oleh Tim Gabungan TNI-Polri untuk proses hukum lebih lanjut," terangnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa dua orang anggota KKB tersebut terlibat dalam penembakan tim TGPF. Penembakan dipimpin oleh Benny Mamoto pada tanggal 9 Oktober 2020 lalu. Sehingga Bambang Purwoko (anggota TGPF) dan dua anggota TNI-AD terluka.
 
Sabinus Waker merupakan adik dari Ayub Waker yang meninggal pada tahun 2019 lalu. Saat ini Sabinus Waker tidak punya pekerjaan tetap. 

"Bahkan kehidupan sehari-hari dia mendatangi masyarakat melakukan pemerasan untuk dia dan kelompoknya. Masyarakat di luar Freeport sering diperas," ucapnya. 

Kemudian di lintasan Freeport juga sering melakukan penembakan dan merampok. KKB pimpinan Sabinus Waker ini memiliki senjata api berjumlah 17 (tujuh belas) pucuk. KKB kelompok Sabinus Waker itu menamakan diri kelompok "Kemabu" dengan jumlah anggota 50 orang. 

"Jika dilihat dari catatan kriminal KKB kelompok Sabinus Waker yakni pernah terlibat dalam beberapa aksi yang tidak berperikemanusiaan," imbuhnya.

Dijelaskan KKB kelompok Sabinus Waker tercatat memiliki peran penting pada rangkaian kejahatan kriminal yang terjadi di berbagai wilayah di Papua antara lain, Insiden penyerangan anggota Brimob di tahun 2015. 

Satu Brimob yang diperbantukan dari Sulawesi Selatan meninggal dunia ditembak. Sabinus Waker merebut dua senjata laras panjang milik Brimob. Senjata jenis senapan serbu Steyr AUG tersebut diduga digunakan saat menyerang anggota Brimob, Sabtu (21/10/2020). 

"Dugaan ini didasarkan dari kemampuan Steyer yang bisa menembak dari jarak jauh, lantaran dilengkapi dengan teleskop," jelasnya.

Sembari menambahkan, tidak hanya itu, KKB kelompok Sabinus Waker selalu membuat resah di kawasan Kampung Banti, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua sepanjang tahun 2017. Kelompok ini dikenal suka melakukan perampasan terhadap warga dan teror penembakan di jalur pertambangan PT Freeport. 

"Polres Mimika sudah menerbitkan DPO terhadap 21 orang pelaku penembakan tersebut. Identitas ke-21 pelaku penembakan di wilayah Tembagapura yang masuk dalam DPO Polres Mimika tersebut, Ayuk Waker, Obeth Waker, Ferry Elas, Konius Waker, Yopi Elas, Jack Kemong, Nau Waker, Sabinus Waker, Joni Botak, Abu Bakar alias Kuburan Kogoya, Tandi Kogoya, Tabuni, Ewu Magai, Guspi Waker, Yumando Waker alias Ando Waker, Yohanis Magai alias Bekas, Yosep Kemong, Elan Waker, Lis Tabuni, Anggau Waker, dan Gandi Waker," tambahnya.

Kabid Humas Polda Papua  juga menyampaikan terkait daftar rekam jejak kriminal KKB kelompok Sabinus Waker dari bulan Januari-Oktober 2020 sudah ada sebanyak 26 kasus kontak tembak yang terjadi antara KKB dengan TNI-Polri.

"Intinya, TNI-Polri akan terus melakukan penegakan hukum terhadap KKB yang mengganggu stabilitas keamanan di Tanah Papua," pungkasnya. (*)



TAGS :

Komentar