Dana Hibah Proyek Rumah Ibadah yang Diusut KPK di Mimika Capai Rp160 Miliar

  • 07 November 2020 11:31 WITA
Males Baca?


MCWNEWS.COM, TIMIKA - Anggota DPRD Mimika Saleh Alhamid mengakui sudah lama melihat adanya indikasi penyalahgunaan anggaran dalam proyek pembangunan gedung Gereja Kingmi Mile 32 yang kini tengah diusut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sekretaris Komisi C DPRD Mimika ini mengatakan, pembangunan rumah ibadah tersebut mengundang tanda tanya besar lantaran alokasi anggaran terbilang cukup fantastis, apalagi dengan mekanisme hibah dana berulang kali.

"Sebetulnya kami sudah memberitahukan kepada tim anggaran saat itu agar tidak memasukkan anggaran hibah untuk pembangunan gereja itu karena sudah berulang-ulang, apalagi nilainya sangat besar," kata Saleh di Timika, Jumat (6/11).

Sesuai ketentuan, kata Saleh, pemberian hibah ke rumah ibadah dari sumber dana APBD sebenarnya tidak bisa dilakukan berulang-ulang untuk satu obyek yang sama. Berbeda jika misalnya rumah ibadah itu merupakan aset daerah dan dibangun di lingkungan pemerintahan.

"Hibah itu tidak bisa diberikan terus menerus untuk satu obyek yang sama, terkecuali jika rumah ibadah itu dibangun dalam tanah aset milik pemerintah daerah sendiri," kata Saleh, yang menjabat Ketua Komisi A pada masa periode DPRD Mimika sebelumnya.

Saleh mengakui penganggaran proyek Gereja Kingmi Mile 32 Mimika memang beberapa kali diajukan oleh Pemkab Mimika kepada DPRD Mimika periode 2014-2019. Namun atas berbagai pertimbangan, pengajuan tersebut juga pernah ditolak oleh DPRD.

Setahu Saleh, DPRD Mimika tidak membahas anggaran proyek tersebut di tahun anggaran 2015 dan 2016. Saat itu penetapan APBD 2016 menggunakan Peraturan Bupati Mimika menyusul terjadinya kekosongan DPRD akibat polemik SK.

“Karena saat itu lembaga DPRD Mimika belum diaktifkan akibat adanya polemik SK. Sementara untuk tahun anggaran 2017, 2018 dan 2019, memang beberapa kali diajukan oleh pihak eksekutif, namun selalu ditolak oleh DPRD Mimika," ungkap Saleh.

Sebelumnya, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri membenarkan Lembaga antirasuah sedang melakukan penyidikan terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Tahap 1 Tahun Anggaran 2015 di Kabupaten Mimika.

Ali Fikri mengatakan, Tim Penyidik KPK saat ini masih mengumpulkan alat bukti diantaranya akan memeriksa saksi-saksi. Pihaknya juga belum dapat menyampaikan detail pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut dia, sebagaimana telah disampaikan bahwa kebijakan Pimpinan KPK terkait pengumuman tersangka akan dilakukan saat upaya paksa penangkapan atau penahanan telah dilakukan.

“Untuk pihak-pihak yang ditetapkan sebagai TSK belum bisa kami sampaikan saat ini,” ujar Ali.

Adapun dilansir dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Mimika, proyek Gereja Kingmi Mile 32 Mimika dianggaran tiga kali di tahun anggaran 2015, 2016 dan 2019 yang jika jumlahkan mencapai Rp160an miliar.

Pada 2015 dianggarkan senilai Rp46.192.000.000 oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika. Kontraktor pemenang tender ketika itu PT Waringin Megah dengan nilai penawaran sebesar Rp46.035.000.000 dan penawaran terkoreksi Rp46.034.988.000.

Tender proyek pembangunan tahap II dimulai 10 Juli 2016, telah dimenangkan PT Kuala Persada Papua Nusantara. Nilai kontrak pagu dan HPS sebesar Rp65.646.000.000 bersumber dari APBD 2016.

Sementara di tahun 2017 dan 2018 pekerjaan lanjutan gereja tersebut sempat tersendat. Sedianya pada 2017 dianggarkan Rp20 miliar dan 2018 Rp30 miliar, namun karena tidak disalurkan maka terpaksa dikembalikan ke kas daerah.

Proyek pembangunan tahap III dilakukan tender ulang yang dimulai 17 Juli 2019, telah dimenangkan PT Matuari Waya. Nilai kontrak pagu dan HPS Rp47.500.000.000 dan bersumber dari APBD 2019. Tender tahap III sebenarnya pernah dilakukan pada tahun 2018 tapi batal terlaksana.

Sementara itu, pada 2020 Pemkab Mimika lagi-lagi mengalokasikan dana sekitar Rp45 miliar untuk melanjutkan pembangunan gedung gereja tersebut, namun pekerjaan dinyatakan gagal lelang. (Sev)



TAGS :

Komentar