KPK Panggil 6 Saksi terkait Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Gereja di Mimika

  • 09 November 2020 13:00 WITA
Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Tahap 1 tahun anggaran 2015 di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Pengusutan ditandai dengan permintaan keterangan terhadap sejumlah saksi.

Sejalan dengan itu, penyidik mengagendakan pemeriksaan enam orang saksi pada hari ini. Keenam orang saksi tersebut diantaranya mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mimika, Ausilius You; mantan Kadis Pendapatan Kabupaten Mimika, Cheryl Lumenta.

Kemudian, mantan Asisten Daerah Bidang Kesra Kabupaten Mimika, Alfred Douw, mantan Kadis Sosial Kabupaten Mimika, Gerrit Jan Koibur, Kepala Cabang PT Darma Abadi Consultant, Muhammad Natsar, serta Direktur PT. Kuala Persada Papua Nusantara, M Ilham Danto.

Penyidik KPK rencananya bakal melakukan pemeriksaan terhadap enam saksi tersebut dengan meminjam tempat Kantor Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Papua, pada hari ini.

"Hari ini, bertempat di Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Papua Jalan Pasifik Indah III Pasir Dua Jayapura, tim penyidik KPK mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi dugaan tindak pidana korupsi terkait proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Tahap 1 TA 2015 di Kabupaten Mimika Provinsi Papua," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Senin (9/11/2020).

Sekadar informasi, KPK saat ini memang sedang mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Tahap 1 tahun anggaran 2015 di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. KPK sudah masuk proses penyidikan dalam pengusutan perkara tersebut.

Sejalan dengan proses penyidikan tersebut, KPK sebenarnya sudah menetapkan sejumlah tersangka dalam perkara ini. Berdasarkan informasi yang dihimpun tim MCWNEWS.COM, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka dalam proses penyidikan perkara ini.

Ketiga tersangka tersebut yakni, seorang kepala daerah di Papua, seorang pejabat Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan seorang kontraktor. Ali Fikri tidak membantah ihwal sudah adanya tersangka dalam perkara ini.

Sayangnya, Ali masih enggan membeberkan siapa saja tersangka terkait dugaan korupsi pembangunan gereja di Mimika, Papua tersebut. Sebab, kata Ali, itu menjadi kebijakan baru pimpinan KPK saat ini.

"Kami saat ini belum dapat menyampaikan detail pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka karena sebagaimana telah kami sampaikan bahwa kebijakan Pimpinan KPK terkait ini adalah pengumuman tersangka akan dilakukan saat upaya paksa penangkapan atau penahanan telah dilakukan," beber Ali. (Ads)



TAGS :

Komentar