Perkuat Alat Bukti, KPK Masih Akan Periksa Saksi Kasus Korupsi Pembangunan Gereja di Mimika

  • 17 November 2020 21:15 WITA
Plt Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Ali Fikri
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Plt Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ali Fikri memastikan, penyidikan kasus dugaan korupsi terkait proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Tahap 1 tahun anggaran 2015 di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, masih terus berjalan. Kata Ali, penyidik masih memperkuat bukti tambahan dalam kasus ini.

Sejalan dengan itu, sambung Ali, penyidik akan kembali mengagendakan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, dalam beberapa hari kedepan. Hal itu dibutuhkan untuk memperdalam serta memperkuat bukti-bukti yang telah dikantongi penyidik.

"Penyidikan masih berjalan. KPK masih akan memeriksa sejumlah saksi," kata Ali saat dikonfirmasi, Selasa (17/11/2020).

Ali menekankan, pihaknya saat ini sudah mengantongi dua bukti permulaan yang cukup ketika meningkatkan kasus ini ke penyidikan. Saat ini, dua bukti permulaan yang cukup itu sedang didalami dan diperkuat lewat keterangan para saksi.

"Alat bukti tidak kurang. Setiap naik penyidikan dipastikan setidaknya dua bukti permulaan dimiliki KPK. Namun tentu harus diperdalam dan diperkuat dengan misalnya keterangan alat bukti saksi-saksi yang saling berkesesuaian dalam pembuktian unsur pasal," pungkasnya.

Sekadar informasi, KPK saat ini memang sedang mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Tahap 1 tahun anggaran 2015 di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. KPK sudah masuk proses penyidikan dalam pengusutan perkara tersebut.

Sejalan dengan proses penyidikan tersebut, KPK sebenarnya sudah menetapkan sejumlah tersangka dalam perkara ini. Berdasarkan informasi yang dihimpun tim MCWNEWS.COM, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka dalam proses penyidikan perkara ini. 

Ketiga tersangka tersebut yakni, seorang kepala daerah di Papua, seorang pejabat Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan seorang kontraktor. Ali Fikri tidak membantah ihwal sudah adanya tersangka dalam perkara ini.

Sayangnya, Ali masih enggan membeberkan siapa saja tersangka terkait dugaan korupsi pembangunan gereja di Mimika, Papua tersebut. Sebab, kata Ali, itu menjadi kebijakan baru pimpinan KPK saat ini.

"Kami saat ini belum dapat menyampaikan detail pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka karena sebagaimana telah kami sampaikan bahwa kebijakan Pimpinan KPK terkait ini adalah pengumuman tersangka akan dilakukan saat upaya paksa penangkapan atau penahanan telah dilakukan," beber Ali.



TAGS :

Komentar