Polres Jayapura Beberkan Kasus Korupsi Bank Papua Cabang Sentani

  • 17 November 2020 22:00 WITA
Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Makbon
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAYAPURA - Penyidik Tipikor Polres Jayapura akhirnya merampungkan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Bank Papua Cabang Sentani Kantor Kas Lereh yang terjadi sejak tahun 2018.

Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Makbon, mengatakan berkas perkara kasus dugaan korupsi yang merugikan negara sekitar Rp1,3 miliar itu telah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri Jayapura.

Penyidik sebelumnya menetapkan seorang tersangka berinisial AAO (34), yang pada 2017 menjabat Kepala Kantor Kas Lereh, Bank Papua Cabang Sentani. AAO sebagai tersangka tunggal diketahui melancarkan praktek judi online ketika itu.

"Kami telah melakukan penyidikan dan mengamankan pelaku. Kasus tersebut kini telah dinyatakan P21 oleh Kejaksaan Negeri Jayapura," katanya dalam siaran pers di Mapolres Jayapura, Selasa (17/11).

Makbon menerangkan, kasus tersebut berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/585/X/2019/Papua/res Jayapura/Reskrim, tanggal 15 Oktober 2019 dan surat Perintah Penyidikan Nomor Sprin-Sidik/134 A/X/2019/Reskrim, tanggal 16 Oktober 2019.

Makbon membeberkan modus tersangka dalam kasus ini adalah dengan melakukan penyetoran fiktif. Ia mengambil mengambil uang dari brankas ATM, kemudian menyetorkan kembali melalui teller.

"Penyetoran fiktif, tanpa adanya fisik uang. Tujuannya, saldo rekening tabungan tersangka bertambah sehingga dapat mentransfer uang dari rekening itu ke rekening tersangka lainnya untuk digunakan sebagai modal judi online," katanya.

Tersangka diketahui membuat transaksi pembukaan rekening tabungan baru sebanyak 9 rekening menggunakan identitas nasabah Bank Papua sebelumnya. Ia menyetor uang ke rekening itu antara Rp10 juta hingga Rp50 juta. 

"Pembukaan rekening tersebut hanya tercatat di sistem Olibs dan tersangka membuat ATM setiap rekening tersebut, sehingga tersangka dengan leluasa menarik saldo tiap rekening melalui ATM," kata Makbon.

Berdasarkan audit investigasi BPKP Perwakilan Provinsi Papua, akibat perbuatan tersangka menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 1.339.546.000.

Tersangka dijerat Pasal 3 dan atau Pasal 8 UU No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No. 31 tahun 1999 tentang pemberatasan tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 20 tahun, atau denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp1 miliar.

Makbon menambahkan, tersangka AAO mulai mengenal judi online sejak September 2018. Sejak itu, tersangka sering mengalami kekalahan dengan memasang dalam jumlah besar. Pemasangan terbesar dalam akun judi online tersangka mencapai Rp50 juta.

"Setiap kali pasang uang tersebut diambil dari laci ATM maupun dari dalam brangkas PT. Bank Papua Kantor Kas Lereh," ungkap Makbon.

Pada tanggal 22 Agustus 2019, selisih antara uang di dalam brankas dan laci ATM semakin membengkak dan sulit ditutupi lagi. Hal itu membuat tersangka merasa terdesak setelah Bank Papua Kantor Cabang Sentani akan melakukan pengambilan uang.

"Tersangka lalu mengambil keputusan untuk melarikan diri dari kantor dengan membawa fisik uang sebesar Rp400.000.000 yang diambil dari dalam brangkas," jelas Makbon. (Sev)



TAGS :

Komentar