Jelang 1 Desember Kepala Suku Papua Minta Aparat Wajib Tegas

  • 28 November 2020 20:35 WITA
Hengky Heselo, Kepala Suku di Jayawijaya.
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAYAPURA - Jelang agenda keamanan di Papua pada 1 Desember 2020 mendatang yang oleh kelompok berbeda ideologi dianggap sebagai hari kemerdekaan Papua, Kepala Suku Jayawijaya Hengky Heselo minta aparat tindak tegas.

Hengky Heselo menyebut tindakan tegas aparat penting dilakukan untuk tercapainya keamanan dan kondusifitas Papua.

"Harus ditindak tegas. Jangan kasih ruang mereka melakukan aksi," tegasnya, Sabtu (28/11/2020).

Menurutnya sudah sangat jelas kelompok berlainan ideologi tersebut adalah anti pemerintah dan ingin memisahkan diri, sehingga harus ditindak. 

"Itu harus dihadang, kalau bisa ditiadakan. Karena tidak memberikan kenyamanan. Mereka jika melakukan aksi sudah pasti menggunggu,” ungkap Hengky.

Sebagai tokoh adat, Hengky memahami resiko aparat ketika menghadapi kelompok yang berafiliasi oada gerakan separatisme. Meski demikian ia beranggapan bahwa aparat tetap memiliki hak yang dijamin oleh Undang Undang.

"Meski pembawaan kampanyenya dengan embel-embel damai, namun pelaksanaannya akan berbeda. Seperti peristiwa pada tahun 2019 lalu cukup menjadi sejarah dimana kota Wamena pecah dan menjadi sangat mencekam, jadi jangan kasih ruang," tegasnya lagi.

"Dulu (2019) apa sebabnya, itu karena mereka diberikan tempat untuk melakukan aksi. Jangan sampai terulang kembali peristiwa menyedihkan itu. Kasian rakyat yang akan ketakuan,” sambungnya.

Menurut hengky, meski aktivitas tetap berjalan sebagaimana biasanya, momen 1 desember menjadi satu hal yang masih dianggap perlu mendapat perhatian lebih dari aparat kepolisian dan TNI.

"Memang 1 Desember ini tidak akan ada perayaan apa-apa. Semua tenang dan masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa. Tapi semua pihak tetap harus bisa antisipasi, ini juga demi situasi keamanan di Papua,” ucapnya.

Hengky juga mengajak masyarakat untuk tidak terpengaruh ajakan yang bernada provokasi oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggungjawab. 

"Jangan terprovokasi, karena ajakan mereka menyesatkan, kepada Kepolisian dan TNI untuk tegas dalam menghalau aksi yang berorientasi pada gerakan melawan NKRI," pungkasnya. (dy)

 



TAGS :

Komentar