Tommy Sumardi Divonis 2 Tahun Penjara terkait Suap Red Notice Djoko Tjandra

  • 29 Desember 2020 20:35 WITA

Males Baca?

 

MCWNEWS.COM, JAKARTA - Pengusaha Tommy Sumardi divonis bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Tommy dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dengan Djoko Soegiarto Tjandra (Djoko Tjandra) menyuap dua jenderal polisi.

Atas perbuatannya, Tommy Sumardi dijatuhkan hukuman 2 tahun penjara dan denda Rp100 Juta subsidair 6 bulan kurungan. Tommy Sumardi terbukti bersalah karena menjadi perantara suap Djoko Tjandra untuk Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo Utomo.

"Menjatuhkan pidana oleh karenanya kepada terdakwa Tommy Sumardi dengan pidana penjara 2 tahun dan denda Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan," kata Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis saat membacakan amar putusan di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (29/12/2020).

Dalam menjatuhkan hukuman terhadap Tommy Sumardi, hakim mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan. Adapun hal yang memberatkan yakni, perbuatan terdakwa tidak mendukung pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

Kemudian, terdakwa Tommy Sumardi dalam melakukan tindak pidana korupsinya bersama-sama dengan terpidana dan aparat penegak hukum.

Sedangkan yang meringankan, hakim menilai terdakwa Tommy Sumardi berlaku sopan, belum pernah dihukum, sebagai Justice Collaborator (JC), mengakui perbuatan dan menyesalinya, serta mempunyai tanggungan keluarga.

Sekadar informasi, vonis hakim terhadap Tommy Sumardi lebih tinggi empat bulan dari tuntutan yang dilayangkan oleh Jaksa penuntut umum (JPU). Sebelumnya, Tommy Sumardi dituntut 1 tahun 6 bulan penjara oleh JPU.

Kendati divonis lebih tinggi dari tuntutan jaksa, tapi hakim mengabulkan permohonan status Justice Collaborator (JC) Tommy Sumardi. Justice Collaborator merupakan saksi pelaku yang dapat diajak kerjasama.

Atas putusan tersebut, Tommy menyatakan pikir-pikir. Hakim memberikan waktu selama 7 hari kepada Tommy untuk memutuskan apakah menerima putusan tersebut atau akan mengajukan upaya hukum lainnya.

Dalam perkara ini, Tommy Sumardi terbukti bersalah turut membantu terpidana kasus pengalihan hak tagih Bank Bali, Joko Soegiarto Tjandra (Djoko Tjandra) menyuap dua jenderal polisi. Dua jenderal polisi itu yakni, Irjen Napoleon Bonaparte selaku Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri, serta Brigjen Prasetijo Utomo selaku Kepala Biro Koordinator Pengawas PPNS Bareskrim Polri.
Tommy Sumardi terbukti menjadi perantara suap dari Djoko Tjandra untuk Irjen Napoleon dan Brigjen Prasetijo. Suap itu sengaja diberikan agar dua jenderal polisi tersebut bisa mengupayakan untuk menghapus nama Joko Soegiarto Tjandra dari Daftar pencarian Orang (DPO) yang dicatatkan di Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjen imigrasi). (Ads)



TAGS :

Komentar