KPK Amankan Dokumen Perizinan Tempat Wisata di Kota Batu Malang

  • 07 Januari 2021 15:20 WITA
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sejumlah dokumen usai menggeledah tiga kantor dinas pemerintahan di Kota Batu, Malang, Jawa Timur. Dokumen yang disita berkaitan dengan proyek pekerjaan dan perizinan tempat wisata pada Dinas Pariwisata Kota Batu tahun 2011-2017.

"Penyidik menemukan dan mengamankan sejumlah dokumen terkait kegiatan proyek-proyek pekerjaan dan juga dokumen perizinan-perizinan tempat wisata pada Dinas Pariwisata Kota Batu kurun waktu tahun 2011-2017," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Kamis (7/1/2021).

Ali mengatakan, tim penyidik selanjutnya bakal melakukan analisa terhadap dokumen-dokumen tersebut. Analisa terhadap dokumen itu merupakan proses untuk selanjutnya dilakukan penyitaan atau tidak.

"Berikutnya tim akan menganalisa dan segera melakukan penyitaan terhadap dokumen dimaksud sebagai barang bukti dalam perkara ini," terangnya.

Sekadar informasi, penyidik KPK menggeledah tiga kantor pemerintahan di Kota Batu diantaranya, Kantor Dinas Pekerjaan Umum, dan Penataan Ruang (PUPR); Dinas Pariwisata; dan Dinas Pendidikan Kota Batu. Penggeledahan digelar pada Rabu, 6 Januari 2021.

Penggeledahan dilakukan untuk mencari bukti tambahan terkait dengan penyidikan dugaan gratifikasi di Pemerintah Kota Batu pada 2011-2017.

Pada Selasa, 5 Januari 2021, KPK juga telah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi atas nama Moh Zaini selaku pemilik PT Gunadharma Anugerah, dan Kristiawan yang merupakan mantan pengurus rumah tangga mantan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko.

Sebagai informasi, pada September 2017, penyidik KPK menjerat Wali Kota Batu Eddy Rumpoko dalam operasi tangkap tangan.

Dalam kasus tersebut, Eddy Rumpoko diduga menerima suap senilai Rp500 juta terkait proyek belanja modal dan mesin pengadaan meubelair di Pemerintah Kota Batu Tahun Anggaran 2017 senilai Rp5,26 miliar.

KPK menetapkan dua orang tersangka lain dalam kasus tersebut, yakni Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Pemerintah Kota Batu Edi Setyawan, dan Filipus Djap yang merupakan Direktur PT Dailbana Prima.

(ads)



TAGS :

Komentar