KPK Geledah Perusahaan yang Berkantor di Gedung Patra Jasa terkait Suap Bansos Covid-19

  • 08 Januari 2021 15:50 WITA
Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tiba-tiba menyambangi Gedung Patra Jasa di daerah Kuningan, Jakarta Selatan, pada hari ini. Kedatangan para penyidik KPk untuk menggeledah dua perusahaan berinisial PT ANM dan PT FMK yang berkantor di gedung tersebut.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, penggeledahan dua perusahaan itu merupakan bagian dari penyidikan kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek yang menjerat mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara.
 
"Terkait penyidikan dugaan korupsi di Kemensos dengan tersangka JPB (Juliari P. Batubara) dan kawan-kawan,  hari ini, Jumat, 8 Januari 2021, Tim Penyidik KPK melakukan penggeledahan di Gedung Patra Jasa, Gatot Subroto. Di gedung ini, KPK menggeledah kantor dua perusahaan yakni PT. ANM dan PT. FMK," kata Ali melalui pesan singkatnya, Jumat (8/1/2021).

Ali belum dapat menyampaikan lebih detail ihwal penggeledahan di dua perusahaan yang berkantor di Gedung Patra Jasa tersebut. Termasuk, barang-barang yang diamankan dalam penggeledahan tersebut. Hal ini lantaran proses penggeledahan masih berlangsung.

"Hingga saat ini, penggeledahan masih berlangsung. Perkembangannya akan kami informasikan lebih lanjut," kata Ali.

Dua perusahaan berinisial PT ANM dan PT FMK digeledah lantaran diduga terkait erat dengan pengadaan bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek. Berdasarkan informasi yang dihimpun, PT FMK merupakan salah satu vendor atau rekanan yang ditunjuk Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai penyedia bansos dengan jumlah kuota yang cukup besar.

Perusahaan PT FMK mendapat paket pekerjaan dengan total 1,23 juta paket penyediaan sembako untuk tahap 8, 9, 10, 11 dan 12. PT ANM sendiri diduga memiliki afiliasi dengan PT FMK.

Diketahui, total keseluruhan ada 14 tahap pengadaan dan panyaluran bansos yang dikerjakan oleh ratusan rekanan. Para rekanan itu mendapat kuota dan kontrak dengan nilai yang bervariasi.

KPK sendiri saat ini sedang menelusuri para vendor, termasuk proses penunjukkan mereka menjadi vendor penyedia dan penyalur paket sembako. Beberapa rekanan yang sudah didalami yakni PT Tigapilar Agro Utama, PT Mandala Hamonangan Sude dan PT Bumi Pangan Digdaya.

KPK memang memastikan mendalami asal usul dan rekam jejak vendor dalam pengadaan dan distribusi bansos. Tak tertutup kemungkinan rekanan yang ditunjuk Kemsos tidak kompeten atau bahkan perusahaan yang baru berdiri.

"Nanti kita lihat juga siapa saja yang menjadi vendor-vendor yang menyalurkan sembako gitu kan, apakah mereka layak, artinya itu, memang dia punya usahanya itu, pengadaan sembako, atau tiba-tiba perusahaannya baru didirikan kemudian langsung dapat pengerjaan itu," kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, beberapa waktu lalu.

 Tapi kemudian dia (vendor itu) men-subkan ke pihak lain, dia hanya ingin mendapatkan fee, dan itu kan harus kita dalami," sambungnya.

(ads)



TAGS :

Komentar