KPK Pastikan Penyidikan Kasus Korupsi Pembangunan Gereja di Mimika Papua Masih Berjalan

  • 15 Januari 2021 14:55 WITA
Juru Bicara KPK, Ali Fikri
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan, penyidikan kasus dugaan korupsi terkait proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Tahap 1 tahun anggaran 2015 di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, masih terus berjalan. Hanya memang, penyidikan kasus tersebut memerlukan waktu yang cukup panjang karena penanganannya berbeda dengan perkara suap.

"Tentu masih berjalan (proses penyidikan). Dan penanganan perkara ini berbeda dengan penanganan perkara tindak pidana korupsi suap. Karena perkara ini merupakan case building maka penyidik memerlukan waktu yang cukup untuk menyelesaikannya," kata Juru Bicara KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Jumat (15/1/2021).

KPK telah mengantongi dugaan kerugian keuangan negara dalam perkara ini. Hanya saja, kata Ali, dugaan kerugian keuangan negara tersebut perlu dipastikan kembali oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). 

"Dugaan kerugian negara sementara yang ada perlu juga dipastikan jumlahnya dengan meminta bantuan lembaga lain yang berwenang seperti BPK atau BPKP, termasuk perlu ada pemeriksaan ahli dan ini perlu waktu juga yang cukup panjang," beber Ali.

"Kami memahami harapan masyarakat, namun kami berharap juga bersabar dan kami memastikan bahwa perkara ini penyidikannya terus berjalan," imbuhnya.

Terpisah, Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman menduga ada lobi-lobi politik dalam proses penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan gereja ini. Hal itu karena lambannya proses penyidikan KPK dalam perkara ini. Atas dasar itu, Boyamin meminta agar KPK segera mengumumkan penetapan tersangka dalam perkara ini.

"Aku yakin KPK tidak takut diancam, mungkin karena dugaan ada lobby-lobby politik aja. Makanya tetapkan tersangka sekarang juga," ujar Boyamin dikonfirmasi terpisah," kamis, (14/1/2021).

Sekadar informasi, KPK saat ini memang sedang mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Tahap 1 tahun anggaran 2015 di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. KPK sudah masuk proses penyidikan dalam pengusutan perkara tersebut.
Sejalan dengan proses penyidikan tersebut, KPK sebenarnya sudah menetapkan sejumlah tersangka dalam perkara ini. Berdasarkan informasi yang dihimpun tim MCWNEWS.COM, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka dalam proses penyidikan perkara ini. 

Ketiga tersangka tersebut yakni, seorang kepala daerah di Papua, seorang pejabat Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan seorang kontraktor. Ali Fikri tidak membantah ihwal sudah adanya tersangka dalam perkara ini.

Sayangnya, Ali masih enggan membeberkan siapa saja tersangka terkait dugaan korupsi pembangunan gereja di Mimika, Papua tersebut. Sebab, kata Ali, itu menjadi kebijakan baru pimpinan KPK saat ini.

"Kami saat ini belum dapat menyampaikan detail pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka karena sebagaimana telah kami sampaikan bahwa kebijakan Pimpinan KPK terkait ini adalah pengumuman tersangka akan dilakukan saat upaya paksa penangkapan atau penahanan telah dilakukan," beber Ali.

(ads)



TAGS :

Komentar