Tilep Dana Nasabah, Mantan Sales Person Jasa BRI Gajah Mada Dijebloskan ke Penjara

  • 18 Januari 2021 18:05 WITA
Males Baca?


MCWNEWS.COM, DENPASAR - Mantan Sales Person Dana Jasa Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Denpasar Gajah Mada, Putu Ririn Lersia Oktavia yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi tidak lama lagi akan segera diadili. 

Ini menyusul setelah tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan berkas dinyatakan lengkap alias P21.  Kasi Intelijen Kejari Denpasar Kadek Hari Supriyadi saat dikonfirmasi, Senin (18/1/2021) membenarkan telah dilakukan proses tahap II. 

"Setelah jaksa peneliti menyatakan berkas lengkap, pihak penyidik pidana khsusus Kejari Denpasar pagi tadi (kemarin pagi) melimpahkan bekas, perkara berikut tersangkanya kepada JPU," ungkap Kadek Hari, saat dikonfiemasi, Senin (18/1/2021). 

Kadek Hari menambahkan, setelah proses pelimpahan tahap II selesai, tersangka yang selama menjalani proses penyedikan tidak tahan, langsung dijebloskan ke sel tahanan sementara di Polresta Denpasar. 

"Untuk sementara tersangka kami titipkan di Polresta Denpasar sembari menunggu hasil swab test. Kalau nanti hasil swab test negatif, tersangka langsung kami pindahkan ke Lapas Kerobokan," tegas Kadek Hari.

Sementara untuk jaksa yang akan menyidangkan perkara ini, Kadek Hari menyebut Kelala Kejaksaan Negeri (Kajari) Denpasar Luhur Istighfar menunjuk jaksa Mia Fida Erliyah dan I Made Agus Mahendra Iswara.

"Tersangka akan menjalani masa penahanan jaksa selama 20 hari. Nanti setelah jaksa menyelesaikan surat dakwaan, tersangka berikut berkas perkara segara dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor untuk diadili," pungkas pejabat asal Buleleng ini. 

Sebagaimana dalam berkas acara pemeriksaan diungkap, tersangka yang merupakan mantan Sales Person Dana Jasa di Bank BRI Kantor Cabang Denpasar Gajah Mada, diduga menyalah gunakan kewenangannya sehingga mengakibatkan kerugian Negara. 

Dalam berkas juga diungkap, tersangka menjalankan aksinya ini dimulai sejak bulan April 2019 hingga  bulan Desember 2019. 

Tersangka diduga mengambil dana nasabah yang menerima pelayanan pick-up service. Setelah Dana itu ambil, oleh tersangka dana nasabah tersebut tidak disetorkan ke rekening nasabah, melainkan digunakan untuk kepentingan pribadinya. 

Bahwa akibat perbuatan tersangka tersebut PT. BRI Kanca  Denpasar Gajah Mada Denpasar mengalami kerugian sebesar Rp 494.639.900. 

Tersangka didakwa melakukan tindak pidana korupsi yaitu telah melakukan beberapa perbuatan (kejahatan) yang saling berhubungan sedemikian rupa, sehingga harus dipandang sebagai perbuatan berlanjut. 

Tersangka juga secara melawan hukum, memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang merugikan keuangan Negera atau perekonomian Negara. 

Atas perbuatannya itu, tersangka Putu Ririn Lersia Oktavia dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 ayat (1), (2) dan (3) UU RI No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebgaimana dirubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No.31 Tahun 1999 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Subsidair Pasal 3 jo Pasal 18 ayat (1), (2) dan (3) UU RI No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebgaimana dirubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No.31 Tahun 1999 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP. 

Atau Kedua Pasal 8 jo. Pasal 18 ayat (1), (2) dan (3) UU RI No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebgaimana dirubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No.31 Tahun 1999 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(eli)



TAGS :

Komentar