Mantan Anggota DPRD dan Kepala BPKAD Kota Sorong Diperiksa Kejaksaan

  • 18 Januari 2021 21:55 WITA
Petrus Nauw (Anggota Banggar DPRD Kota Sorong Periode 2014-2019) di Temani Direkektur LBH Gerimis. Yosep Titirlolobi SH
Males Baca?


MCWNEWS.COM.SORONG – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Sorong, Papua Barat, Hanock Talla, kembali “bertamu” ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sorong, Senin (18/1/2021).

Kunjungan kali ini adalah kali kedua Hanock setelah dipanggil pada 7 Januari 2021 lalu, dimana yang bersangkutan juga menghadiri panggilan pihak Kejari Sorong dan diperiksa selama 8 jam.

Ternyata Hanock tidak sendirian. Salah satu mantan anggota DPRD Kota Sorong, Petrus Nauw juga ikut dipanggil oleh pihak Kejari Sorong untuk “dijamu” dengan beberapa pertanyaan.  

Berdasarkan pantauan MCWNEWS.COM, Hanock telah masuk ke ruangan dan bertatap muka dengan Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Sorong sejak pagi hari. Setelah Hanock masuk, pintu ruangan Kasi Pidsus langsung tertutup rapat.  

Pemandangan mengejutkan selanjutnya pun terjadi. Petrus Nauw juga nampak hadir di Kantor Kejaksaan Negeri Sorong. Sama seperti Hanock, setibanya di Kejari Sorong, Petrus langsung masuk ke salah satu ruangan Pidsus. 

Beberapa saat setelahnya, Petrus kemudian keluar dari ruangan Pidsus dan meninggalkan Kantor Kejari Sorong. Petrus Nauw ternyata tidak benar-benar pulang, dimana beberapa jam setelahnya Petrus kembali ke Kejari Sorong didampingi Direktur LBH Gerimis yang dipimpin langsung oleh Yoseph Titirlolobi. 

Hanock Talla sendiri baru meninggalkan Kantor Kejari Sorong sekitar pukul 17.15 WIT, atau setelah kurang lebih 9 jam “bertamu” di ruangan Kasi Pidsus. Hanock bisa dibilang cukup lama bertamu di ruangan Kasi Pidsus Kejari Sorong, dimana dari dua kali pertemuan, yang bersangkutan rata-rata menghabiskan waktu hingga 8 jam. 

Sayang saat hendak dimintai keterangan terkait kepentingannya dalam aktivitas tamu-bertamu itu, Hanock memilih bungkam dan berlalu pergi. 

Berbeda dengan Hanock, Petrus yang ditemui usai keluar dari ruangan pidsus mengatakan, dirinya dipanggil berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan Kepala Kejaksaan Negeri Sorong Nomor : Print-01/R.2.11/Fd.1/2021 tanggal, 4 Januari 2021, sebagai saksi atas dugaan penyalah gunaan APBD tahun Anggaran 2017.

Dikatakan Petrus, selama menjadi anggota DPR tahun 2014-2019 dirinya Berada di posisi badan anggaran. Karenanya, jelas Petrus, dirinya dipanggil Kejari Sorong untuk memberikan keterangan terkait dana realisasi belanja barang dan jasa ATK di BPKAD senilai Rp 8 miliar yang berasal dari APBD induk dan perubahan.

“APBD induk saat itu nilainya kecil, sementara APBD perubahan jumlahnya besar, mendekati keterangan dari BPKAD yang mengatakan ada perbandingan 208,74 persen antara kedua jenis APBD tadi. Sementara seharusnya, yang besar itu seharusnya APBD induk bukan APBD perubahan. Dari sini saya bisa lihat ada niat-niat yang tidak sesuai dengan aturan dan kewenangan,” jelas Petrus.

Bahkan menurut Petrus, saat penggunaan APBD tersebut, pihaknya sebagai badan anggaran tidak diminta persetujuan.

“Ini ada surat dari Wali Kota nomor 900 tahun 2017 dan ini surat dari pimpinan dewan. Dalam suratnya, Wali Kota meminta persetujuan pimpinan dewan yang kemudian juga dibalas pimpinan dewan dengan surat," kata dia.

Akan tetapi, lanjut Petrus, penting diketahui dbahwa saat itu mekanisme dewan tidak jalan. Tidak ada surat dari badan anggaran yang seharusnya dirapatkan dan mendapat persetujuan sebelumnya. Itupun harus ada berita acara, notulen rapat, dan daftar hadir anggota dewan bagian badan anggaran paling tidak 50+1. 

"Tapi hal-hal yang saya sebutkan tadi tidak ada di dalam surat yang ditanda tangani oleh Petronela Kambuaya sebagai Ketua Dewan dan Denny Mamusung, berarti surat ini bisa dikatakan bukan berasal dari lembaga,” beber dia.

Melihat banyaknya kejanggalan tadi, Petrus meminta pihak Kejaksaan Negeri Sorong untuk serius dan segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan realisasi belanja barang dan jasa ATK di BPKAD. 

"Apalagi, kasus ini sudah diketahui khalayak ramai," jelasnya.
(Charles)



TAGS :

Komentar