KPK Kantongi Dugaan Kerugian Negara Kasus Korupsi Pembangunan Gereja di Papua

  • 21 Januari 2021 21:30 WITA
Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi dugaan sementara kerugian keuangan negara terkait kasus korupsi pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Tahap 1 tahun anggaran 2015 di Kabupaten Mimika, Papua. KPK akan membeberkan dugaan kerugian negara itu saat pengumuman tersangka.

"Ada (kerugian negara) yang sementara. Tapi nanti akan disampaikan ketika pengumuman penetapan tersangka dan penahanan," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (21/1/2021).

Dikonfirmasi lebih lanjut, Ali mengaku masih belum mengetahui kapan pihaknya akan mengumumkan tersangka serta konstruksi perkara ini. Sebab, kata Ali, penanganan perkara korupsi pembangunan Gereja di Mimika, Papua ini, membutuhkan waktu yang cukup lama.

"Kalau kasus case building memang lama. Beda dengan suap," singkatnya.

Sebelumnya, Ali sempat mengungkapkan, dugaan sementara kerugian negara yang dikantongi KPK terkait perkara ini perlu dipastikan lebih lanjut. KPK telah berkoordinasi dengan BPK dan BPKP untuk memastikan lebih dalam kerugian keuangan negara terkait kasus dugaan korupsi pembangunan Gereja di Papua ini.

"Dugaan kerugian negara sementara yang ada perlu juga dipastikan jumlahnya dengan meminta bantuan lembaga lain yang berwenang sprti BPK atau BPKP, termasuk perlu ada pemeriksaan ahli dan ini perlu waktu juga yang cukup panjang," beber Ali.

Sekadar informasi, KPK saat ini memang sedang mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Tahap 1 tahun anggaran 2015 di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. KPK sudah masuk proses penyidikan dalam pengusutan perkara tersebut.

Sejalan dengan proses penyidikan tersebut, KPK sebenarnya sudah menetapkan sejumlah tersangka dalam perkara ini. Berdasarkan informasi yang dihimpun tim MCWNEWS.COM, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka dalam proses penyidikan perkara ini. 

Ketiga tersangka tersebut yakni, seorang kepala daerah di Papua, seorang pejabat Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan seorang kontraktor. Ali Fikri tidak membantah ihwal sudah adanya tersangka dalam perkara ini.

Sayangnya, Ali masih enggan membeberkan siapa saja tersangka terkait dugaan korupsi pembangunan gereja di Mimika, Papua tersebut. Sebab, kata Ali, itu menjadi kebijakan baru pimpinan KPK saat ini.

"Kami saat ini belum dapat menyampaikan detail pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka karena sebagaimana telah kami sampaikan bahwa kebijakan Pimpinan KPK terkait ini adalah pengumuman tersangka akan dilakukan saat upaya paksa penangkapan atau penahanan telah dilakukan," beber Ali.

(ads)



TAGS :

Komentar