Brutal, TPN-OPM Bisa Disebut Teroris

  • 23 Januari 2021 14:55 WITA
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAYAPURA - Aksi Tentara Pembebasan Nasional Operasi Papua Merdeka (TPN-OPM) bisa diketegorikan sebagai kelompok teroris akibat serangkaian aksi teror yang dilakukan baik kepada warga sipil maupun pelayanan publik.

Kepala Perwakilan Komnas HAM Provinsi Papua Frits Ramandey menyoroti aksi pembakaran kelompok TPN-OPM terhadap pesawat perintis milik Mission Fellowship (MAF) Rabu (6/1/2021) di Bandara perintis Kampung Pagamba, Distrik Mbiandoga Kabupaten Intan Jaya.

Frits tegas menyebut aksi pembakaran pesawat tersebut telah melanggar prinsip-prinsip HAM tentang pelayanan publik.

"Apapun alasannya membakar pesawat sebagai salah satu fasilitas publik, kelompok sipil bersanjata di Papua itu bisa dikategorikan kedalam kelompok teroris. Jadi, ini harus sangat hati-hati, karena kelompok ini bisa dinilai demikian," kata Frits kepada awak media di Jayapura, Sabtu, (23/1/2021).

Menurutnya, aksi brutal kelompok berdalih perjuangan ini sangat berpotensi menjadi pintu masuk kelompok ini disebut teroris.

"Jangan sampai ini terjadi. Karena ini yang dilakukan adalah mengancam (membakar) fasilitas publik, dan harus diingat bahwa semua penerbangan sipil, ketika diancam itu bisa memenuhi unsur untuk ditetapkan sebagai sebuah organisasi teroris," katanya.

Diakui Frits, meski belum sempat ke TKP, namun berdasarkan pengakuan di publik bahwa pesawat tersebut dibakar. Dirinya mengaku akan mencoba komunikasi dengan pihak TPN-OPM untuk tidak melakukan hal serupa atas nama kemanusiaan. 

"Dan kami akan mencoba berkomunikasi dengan juru bicara OPM untuk meminta dengan sangat hormat dan atas nama kemanusiaan agar hal ini tidak dilakukan lagi," katanya.

Pengancaman dan pembakaran pesawat milik MAF itu memberi pesan buruk kepada gerakan pembesasan kepada orang Papua, tapi juga sekaligus ini akan mengisolasi masyarakat di wilayah pedalaman.

"Kita harus ingat bahwa MAF itu punya Amerika, jadi jangan buat hal yang kurang pantas. Apalagi ada aksi dan pengakuan, bahwa itu sudah menjadi petunjuk, ini sangat disayangkan dan kemudian ini masuk dalam kategori pelanggaran hukum yang serius," katanya.

Pesawat MAF PK-MAX yang di piloti warga negara Amerika Serikat atas nama Alex Luferchek dibakar oleh TPN-OPM di bandara perintis Kampung Pagamba ketika hendak kembali ke Nabire.

Beruntung pilot tersebut berhasil ditolong oleh para pendeta dan warga setempat dengan mengevakuasi ke Kampung Tekai perbatasan antara Kampung Bugalaga dan Kampung Pagamba, Distrik Mbiandoga Kabupaten Intan Jaya, sehingga luput dari aksi kekerasan TPN-OPM.

(dy)



TAGS :

Komentar