KPK Gandeng Ahli untuk Pastikan Kerugian Negara Pembangunan Gereja di Mimika

  • 10 Februari 2021 12:07 WITA
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan masih terus melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Tahap 1 tahun anggaran 2015 di Kabupaten Mimika, Papua. KPK bakal menggandeng ahli untuk memastikan kerugian keuangan negara dalam kasus ini.  

"Sejauh ini proses penyidikan perkara dimaksud masih berjalan. Informasi yang kami terima, saat ini tim akan segera berkoordinasi dengan ahli terkait rencana persiapan penghitungan kerugian negaranya," ujar Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Rabu (10/2/2021).

Ali menekankan bahwa penyidikan perkara ini masih sangat panjang. Sebab, penyidikan perkara dugaan korupsi berbeda dengan kasus suap. Utamanya, soal penghitungan kerugian keuangan negara dalam perkara ini.

"Perlu kami sampaikan, dalam beberapa penanganan perkara yang berhubungan dengan unsur kerugian negara memang memerlukan waktu yang cukup panjang untuk memastikan dugaan besaran jumlahnya," jelasnya.

Sebelumnya, Ali mengaku bahwa pihaknya telah mengantongi dugaan sementara kerugian keuangan negara terkait kasus korupsi pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Tahap 1 tahun anggaran 2015 di Kabupaten Mimika, Papua. KPK akan membeberkan dugaan kerugian negara itu saat pengumuman tersangka.

"Ada (kerugian negara) yang sementara. Tapi nanti akan disampaikan ketika pengumuman penetapan tersangka dan penahanan," ujar Ali.

Sekadar informasi, KPK saat ini memang sedang mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Tahap 1 tahun anggaran 2015 di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. KPK sudah masuk proses penyidikan dalam pengusutan perkara tersebut.
Sejalan dengan proses penyidikan tersebut, KPK sebenarnya sudah menetapkan sejumlah tersangka dalam perkara ini. Berdasarkan informasi yang dihimpun tim MCWNEWS.COM, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka dalam proses penyidikan perkara ini. 

Ketiga tersangka tersebut yakni, seorang kepala daerah di Papua, seorang pejabat Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan seorang kontraktor. Ali Fikri tidak membantah ihwal sudah adanya tersangka dalam perkara ini.

Sayangnya, Ali masih enggan membeberkan siapa saja tersangka terkait dugaan korupsi pembangunan gereja di Mimika, Papua tersebut. Sebab, kata Ali, itu menjadi kebijakan baru pimpinan KPK saat ini.

"Kami saat ini belum dapat menyampaikan detail pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka karena sebagaimana telah kami sampaikan bahwa kebijakan Pimpinan KPK terkait ini adalah pengumuman tersangka akan dilakukan saat upaya paksa penangkapan atau penahanan telah dilakukan," beber Ali.

(ads)



TAGS :

Komentar