Gubernur Koster Apresiasi Pasar Sukawati Tuntas Pembangunannya di Masa Pandemi

  • 13 Februari 2021 10:28 WITA

Males Baca?


MCWNEWS.COM, BALI - Gubernur Bali Wayan Koster, meresmikan Pasar Seni Sukawati Blok A dan Blok B dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali I kepada Pemkab Gianyar, Rabu (10/2/2021).

Gubernur Koster mengapresiasi kontraktor pelaksana yang mampu menerapkan kearifan lokal dalam membangun dengan menerapkan gaya bangunan arsitektur Bali, dilengkapi dengan aksara Bali 

“Pasar Rakyat Pasar Seni Sukawati Gianyar, sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali No. 80 Tahun 2018 tentang Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali, serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali.," ujar Gubernur Koster.

Sedangkan Revitalisasi ini dilakukan guna memulihkan kembali roh Pasar Seni Sukawati yang berdiri sejak tahun 1985 sebagai pusat perdagangan rakyat dan salah satu penunjang perekonomian di Gianyar.

Gubernur Koster bersama Bupati Gianyar Made Mahayastra dan Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali I Nyoman Sutresna melakukan prosesi upacara mendem pedagingan pada karya tawur balik sumpah dan mamungkah (rsi gana, melaspas, dan ngenteg linggih di Pura Melanting Pasar Sukawati dengan menerapkan prokes ketat. Bahkan semua peserta yang hadir mesti mengikuti rapid test antigen (hasil negatif).

Usai upacara, Gubernur Koster meninjau satu per satu kondisi Pasar Seni Sukawati di Blok A dan Blok B. Didampingi Bupati Gianyar Made Mahayastra, Gubernur yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, ini mengatakan bersyukur karena pembangunan Pasar Seni Sukawati Blok A-B mampu dilaksanakan dan selesai tepat waktu, meskipun di tengah pandemi Covid-19.

“Perjuangan mewujudkan Pasar Seni Sukawati yang baru ini tidak mudah di masa pandemi Covid-19. Pasar ini merupakan penunjang perekonomian masyarakat, sehingga saya secara khusus melapor Presiden Joko Widodo pada 22 April 2019 (setelah penghitungan suara cepat Pilpres 2019). 

Di hadapan Presiden, saya menyampaikan permohonan program infrastruktur, salah satunya Pasar Seni Sukawati di Gianyar agar direvitalisasi menggunakan dana APBN dari Kementerian PUPR. Selanjutnya tahun 2020 saat pandemi covid-19 melanda, saya kembali berkomunikasi intensif dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono agar dana APBN untuk revitalisasi Pasar Seni Sukawati tidak dirasionalisasi. 

Astungkara Bapak Menteri memenuhi permohonan saya, sehingga bersyukur pasar ini berdiri megah,” tegas Gubernur Koster.

Mantan anggota DPR-RI tiga periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini minta Bupati Gianyar bersama jajaran agar mengelola Pasar Seni Sukawati dengan baik, disiplin, tertib, rapi, dan bersih guna memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung, termasuk orang yang berwisata. Koster juga minta tradisi tawar-menawar harga ditiadakan di Pasar Seni Sukawati, dengan harapan ada standarisasi harga.

Koster juga mengajak Bupati Gianyar dan seluruh pedagang agar mengenakan busana adat Bali setiap hari selama berjualan. Pun barang yang dijual memprioritaskan produk lokal yang berasal dari industri kecil-menengah (IKM) asli Gianyar.

Sementara Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali I Nyoman Sutresna, S.T., menjelaskan bahwa pascapenandatanganan penyerahterimaan Pasar Seni Sukawati ini, dia berharap pihak pengelola setelah masa pemeliharaan selesai agar dapat mengalokasikan anggaran untuk keberlangsungan pengelolaan aset sesuai Peraturan Menteri PUPR Nomor 28/PRT/M/2018 tentang pengelolaan BMN di Kementerian PUPR dan Keputusan Menteri PUPR No.965/KPTS/M/2016 tentang pelimpahan kewenangan dan tanggung jawab dalam pengelolaan barang milik negara pada Kementerian PUPR.

Secara teknis, menurut dia, pembangunan Pasar Seni Sukawati Blok A dan B selama 390 hari kalender dari 29 November 2019 hingga 29 Desember 2020, dengan kontraktor pelaksana PT Putra Jaya Andalan senilai Rp77.899.916.556. Dalam manajemen konstruksinya dilaksanakan PT Daya Cipta dan rencana KSO oleh PT Gaharu Sempana senilai Rp 1.984.840.000, serta diawasi pengawas berkala dari PT Kencana Adhi Karma senilai Rp 613.268.000. 

Dengan demikian, Pasar Seni Sukawati Blok A dan B dengan luas lahan 6.563,49 m2 dan total luas bangunan 9.493,74 m2 ini memiliki empat lantai dan satu basement (ruang bawah tanah) pada bangunan Blok A, sedangkan Blok B punya tiga lantai dan satu basement.

Khusus untuk Blok A punya shopping area dengan jumlah 779 los yang terdiri dari los lantai dasar sebanyak 168 unit, los lantai I sejumlah 183 unit, los lantai II 211 unit, dan los lantai III sebanyak 217 unit. Sedangkan shopping area Blok B punya 31 kios yang masing-masing terdapat di kios lantai I sebanyak 15 unit dan kios lantai II sebanyak 16 unit.

Pembangunan Pasar Seni Sukawati tak berhenti sampai Blok A dan B saja. Gubernur Koster juga memperjuangkan pembangunan Pasar Seni Sukawati Blok C yang dikerjakan sejak 13 November 2020 oleh kontraktor pelaksana PT Adhi Persada Gedung dengan nilai Rp83.598.094.800. 

“Progres pengerjaan Pasar Sukawati Blok C pada Minggu ke-XII laporannya sudah saya terima dengan realisasi mencapai 9,0002 persen, dan akan tuntas dikerjakan pada 8 November 2021,” pungkas Koster.

(ad)



TAGS :

Komentar