KPK Bakal Bongkar Pihak-pihak yang Terlibat Suap Bansos Covid-19 di Persidangan

  • 15 Februari 2021 15:35 WITA
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menekankan bahwa pihaknya tidak pandang bulu dalam mengusut kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) untuk penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek. Termasuk, pengusutan terhadap pihak lain yang diduga terlibat dalam kasus ini.

KPK memastikan, penyidikan kasus dugaan suap pengadaan bansos Covid-19, tidak hanya berhenti di mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara. Firli mengisyaratkan bahwa pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara ini akan dibongkar di persidangan.

"KPK bekerja dengan asas tugas pokok KPK dan semua dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, kita tidak pernah pandang bulu itu prinsip kami. Nanti pada waktunya akan dibuka di depan persidangan," kata Firli kepada awak media, Senin (15/2/2021).

Firli memastikan, lembaga antirasuah bakal mendalami segala informasi yang berkembang di masyarakat lewat pemeriksaan sejumlah saksi. Tak menutup kemungkinan juga, soal penerimaan uang senilai Rp Rp 1.532.044.000 dan dua unit sepeda Brompton kepada operator Anggota DPR RI Fraksi PDI-Perjuangan Ihsan Yunus, Agustri Yogasmara alias Yogas dari tersangka Harry Van Sidabuke.

"Pada prinsipnya segala informasi yang berkembang dipastikan akan dikonfirmasi kepada para saksi," tegas Firli.

Lebih lanjut, kata Firli, KPK akan terus bekerja melakukan pemeriksaan saksi  yang diduga mengetahui rangkaian peristiwa perkara. Sehingga, nantinya perkara ini akan menjadi lebih terang dalam mengungkap perbuatan para tersangka.

Firli tak memungkiri, pihaknya saat ini tengah mencari tersangka baru dalam kasus dugaan suap pengadaan bansos. Hingga kini, masih mengumpulkan alat bukti untuk menambah titik terang seorang yang akan ditetapkan dalam tersangka tersebut.

"Pada saatnya nanti pasti kpk akan menyampaikannya ke publik. Berikan waktu kami untuk bekerja," pungkasnya.

Sekadar informasi, KPK berhasil mengungkap kasus dugaan suap terkait pengadaan bansos berupa paket sembako untuk penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek, dengan menetapkan lima orang tersangka.

Kelima tersangka itu yakni, mantan Mensos Juliari P Batubara. Kemudian, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos, Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW) serta dua pihak swasta pemberi suap yakni Ardian IM (AIM), Harry Sidabukke (HS).

Matheus dan Adi Wahyono diduga mengambil jatah Rp10 ribu dari tiap paket bansos berupa sembako seharga Rp300 ribu, bekerjasama dengan pengusaha Ardian IM dan Harry Sidabukke. Dari jatah Rp10 ribu di tiap paket sembako, diduga ada yang mengalir untuk mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara.

(ads)



TAGS :

Komentar