KPK Tetapkan Bupati Muara Enim Tersangka, Langsung Dijebloskan ke Penjara

  • 15 Februari 2021 22:30 WITA
Bupati Muara Enim langsung ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Muara Enim, Juarsah sebagai tersangka. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek-proyek di Dinas PUPR Muara Enim tahun 2019.

Penetapan tersangka terhadap Juarsah merupakan pengembangan dari kasus sebelumnya yang sempat menjerat mantan Bupati Muara Enim, Ahmad Yani; Ketua DPRD Muara Enim, Aries HB; Plt Kadis PUPR, Ramlan Suryadi; Kabid Pembangunan Jalan dan PPK di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim, Elfin MZ Muhtar; serta seorang pihak swasta bernama Robi Okta Fahlefi.

"Bersamaan dengan dilakukannya penyidikan sejak tanggal 20 Januari 2021, KPK selanjutnya menetapkan seorang tersangka yakni JRH (Juarsah)," kata Deputi Penindakan KPK, Karyoto saat menggelar konpers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (15/2/2021).

Karyoto membeberkan, Juarsah diduga turut menyepakati dan menerima sejumlah fee sebesar 5 persen dari total nilai proyek pembangunan jalan di Kabupaten Muara Enim tahun anggaran 2019. Salah satunya, dari Robi Okta Fahlefi selaku kontraktor yang menangani proyek tersebut.

Juarsah diduga menerima suap saat masih menjabat sebagai Wakil Bupati Muara Enim. Saat itu, dia disinyalir menerima commitmen fee sekira Rp 4 miliar secara bertahap melalui seorang perantara yaitu, Elfin. 

"Penerimaan commitment fee dengan jumlah sekitar Rp 4  miliar oleh JRH dilakukan secara bertahap melalui perantaraan dari AEM (Elfin  MZ  Muhtar)," kata Karyoto.

Atas perbuatannya, Juarsah disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 atau Pasal 12 B UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Usai ditetapkan tersangka, KPK langsung menahan Juarsah. Juarsah dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) bekas Gedung lama KPK di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Ia bakal mendekam untuk masa penahanan pertamanya selama 20 hari kedepan.

"Untuk kepentingan penyidikan, tersangka dilakukan penahanan pertama selama 20 hari terhitung sejak tanggal 15 Februari 2021 sampai 6 Maret 2021 di Rumah Tahanan Negara Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK, Kavling C1," kata Karyoto.

"Sebagai upaya untuk melakukan mitigasi penyebaran Covid 19 di lingkungan Rutan KPK, maka tersangka akan dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari di Rutan KPK Kavling C1," imbuhnya.

(ads)



TAGS :

Komentar