Kasus Pembunuhan di Danau Tempe, Terdakwa Tebas Korban Karena Emosi

  • 19 Februari 2021 16:35 WITA
Males Baca?


MCWNEWS.COM, DENPASAR - Imam Arifin (34) terdakwa kasus pembunuhan yang terjadi di Cafe Jelita, Jalan Danau Tempe Komplek Barat, Kecamatan Denpasar Selatan, 11 Oktober 2020 mengaku menghabisi nyawa korban I Gusti Made Suarjana alias Gus Manjong krena emosi. 

Jaksa Penuntutan Umum (JPU) Sofyan Hero, jaksa yang menyidangkan perkara ini mengatakan, di muka sidang terdakwa mengatakan menghabisi nyawa korban karena emosi melihat korban menusuk salah satu karyawan ditempat tetap tersebut. 

"Terdakwa saat diperiksa di hadapan hakim bilang emosi lihat korban menusuk salah satu pekerja di kafe itu, " kata jaksa Sofyan Heru, Jumat (19/2/2021). Terdakwa sendiri sejatinya mengenal korban karena korban memang sering datang ke TKP. Hanya saja antara keduanya tidak pernah saling sapa. 

Terdakwa, kata Heru, mengetahui ada keributan di tempat kejadian perkara (TKP) dari istrinya yang bernama Ovi Januar Ayu Mustika. "Jadi sebelum korban ditebas, korban sempat meminta kepada istri terdakwa untuk menghubungi suaminya agar datang ne TKP, " ungkap jaksa Heru.

Selain itu istri terdakwa dalam pesan itu juga menyampaikan  bahwa salah satu pekerjanya yang bernama Farhantini Musyasyaroh alias Farah ditodong pisau oleh preman. 

Membaca pesan itu, terdakwa langsung mendatangi TKP sambil membawa senjata tajam (sajam) berupa celurit. "Tapu saat tiba di TKP, kondisi sudah aman dan terdakwa menyimpan celurit yang dibawanya di meja operator kafe, " ungkap jaksa.

Kondisi tenang itu tidak berlangsung lama, karena terdakwa mendengar korban menikam salah satu pekerja kafe yang kembali menyulut emosi terdakwa. 

"Terdakwa yang emosi mendengar korban menikam salah atau pekerjaan kafe langsung mengambil clurit yang sebelumnya disimpan lalu mendatangi korban dan langsung menebas kepalanya hingga tewas di tempat, " ungkap jaksa Kejari Denpasar ini. 

Diakhir pengakuannya, korban di muka sidang yang dipimpin  hakim I Gede Rumega mengatakan menyesal telah membunuh korban. Selain itu terdakwa juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. 

Seperti diketahui, kasus pembunuhan ini terjadi pada hari Minggu tanggal 11 Oktober 2020 sekira pukul 00.30 Wita di di Cafe Jelita Jalan Danau Tempe, Sanur, Denpasar.

Sebelum kejadian, saksi Ovi Januar Ayu Mustika yang merupakan istri dari terdakwa mengirim pesan melalui WhatsApp yang isinya bahwa saksi Farhantini Musyasyaroh masuk kedalam kamar dan ditodong pisau.

Membaca pesan itu, terdakwa langsung datang ke tempat kejadian. Sampai di tempat kejadian, rupanya korban juga telah menikam Y. Paris Pratama Putra.

Tidak Laman kemudian terdakwa datang sambil membawa celurit langsung menebaskan kepala korban hingga korban meninggal dunia.

(eli)

 



TAGS :

Komentar