Prof Bendesa: Hutang Luar Negeri Indonesia Rp 6.074,56 Triliun Masih Terkendali

  • 19 Februari 2021 17:10 WITA
Prof. Dr. I Komang Bendesa

Males Baca?


MCWNEWS.COM, DENPASAR - Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan komposisi hutang pemerintah masih dalam ambang batas tertentu, yakni sebagai pengendalian risiko, sekaligus menjaga keseimbangan makro ekonomi, di mana UU No. 17/2003 mengatur batasan maksimal rasio hutang Pemerintah adalah 60 persen.

Sedangkan Ekonom, sekaligus Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Udayana Prof. Dr. I Komang Bendesa mengatakan, pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, mengakibatkan beban APBN semakin berat, karena alokasi anggaran banyak tersedot untuk penanggulangan Covid-19, sehingga hutang luar negeri diambil guna menutupi defisit APBN.

"Besarnya defisit APBN membuat hutang pemerintah mengalami kenaikan. Pada bulan Januari 2021 tercatat, utang pemerintah sudah menembus Rp 6.074,56 triliun. Dengan Posisi utang pemerintah di level Rp 6.074,56 triliun tersebut, rasio hutang pemerintah terhadap PDB sebesar 38,68 persen. Tentunya hutang luar negeri juga sudah melalui pertimbangan dan hitungan yang matang dari tim ekonomi pemerintah dan posisi untuk saat ini tentunya masih terkendali," ungkap Prof Bendesa.

Menurut dia, tugas kita harus mendukung dan ikut mengawasi penggunaan dananya untuk kepentingan masyarakat serta pemulihan ekonomi saat ini. Masyarakat Bali dan masyarakat Indonesia pada umumnya, jangan membuat kegaduhan dan semakin memperburuk situasi.

"Mari kita taati protokol kesehatan dengan pakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan hindari kerumunan. Dengan begitu kita harus optimis kondisi ekonomi Indonesia segera pulih," harap Prof Bendesa.



TAGS :

Komentar