Geledah Rumah Politikus PDIP Ihsan Yunus, KPK Pulang 'Tangan Kosong'

  • 25 Februari 2021 10:41 WITA
Rumah Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ihsan Yunus,
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ihsan Yunus, pada Rabu, 24 Februari 2021, kemarin. Rumah itu berlokasi di Jalan Kayu Putih Selatan 1, Nomor 16, Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Penyidik menggeledah rumah Anggota Komisi II DPR itu karena diduga ada bukti tambahan terkait kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) untuk penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek tahun 2020. 

"Berdasarkan informasi yang kami terima benar tim penyidik KPK dalam perkara dugaan korupsi Bansos di Kemensos tahun anggaran 2020, hari ini telah melakukan penggeledahan sebuah rumah yang berada di daerah Pulo Gadung, Jakarta Timur," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Kamis (25/2-2021).

Baca juga: Periksa Politikus PDIP Ihsan Yunus terkait Suap Bansos, Ini yang Didalami KPK

Penyidik pun telah rampung melakukan penggeledahan di rumah Ihsan Yunus. Sayangnya, penyidik pulang dari rumah Ihsan Yunus dengan tangan kosong alias tidak ada dokumen serta barang-barang yang diamankan. Ali mengklaim bahwa penyidik belum menemukan dokumen atau barang bukti yang berkaitan dengan perkara ini. 

"Penggeledehan tersebut telah selesai dilakukan namun sejauh ini tidak ditemukan dokumen atau barang yang berkaitan dengan perkara ini," klaim Ali 

"Namun demikian, tim penyidik KPK dipastikan masih akan terus mengumpulkan bukti dan  melengkapi pembuktian pemberkasan perkara dengan tersangka JPB dkk ini," imbuhnya.

Baca juga: KPK Tak Temukan Bukti Suap Bansos Covid-19 di Rumah Ihsan Yunus, MAKI : Diduga Udah Dibersihin

Sejauh ini, KPK baru menetapkan lima orang tersangka dalam perkara ini.Kelima tersangka itu yakni, mantan Mensos Juliari P Batubara. Kemudian, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos, Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW) serta dua pihak swasta pemberi suap yakni Ardian IM (AIM), Harry Sidabukke (HS).

Matheus dan Adi Wahyono diduga mengambil jatah Rp10 ribu dari tiap paket bansos berupa sembako seharga Rp300 ribu, bekerjasama dengan pengusaha Ardian IM dan Harry Sidabukke. Dari jatah Rp10 ribu di tiap paket sembako, diduga ada yang mengalir untuk mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara.

(ads)



TAGS :

Komentar