KPK Tak Temukan Bukti Suap Bansos Covid-19 di Rumah Ihsan Yunus, MAKI : Diduga Udah Dibersihin

  • 25 Februari 2021 14:45 WITA
Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kediaman Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDI-Perjuangan, Ihsan Yunus di Jalan Kayu Putih Selatan 1, Nomor 16, Pulo Gadung, Jakarta Timur, pada Rabu, 24 Februari 2021, kemarin. 

Penggeledahan dilakukan untuk mencari bukti tambahan kasus dugaan suap terkait pengadaan bantuan sosial (bansos) untuk penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek tahun 2020. Namun ternyata, penyidik gagal menemukan bukti tambahan tersebut.

Baca juga: Periksa Politikus PDIP Ihsan Yunus terkait Suap Bansos, Ini yang Didalami KPK

Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman mengkritisi penggeledahan KPK di rumah Ihsan Yunus, tanpa mengamankan apapun. Menurut Boyamin, KPK terlalu lama dalam melancarkan aksinya menggeledah rumah Ihsan Yunus.

"Lha geledahnya sudah sebulan dari kejadian emang dapat apa, agak sulit untuk dapat barang bukti, diduga sudah dibersihin sebelumnya. Sudah sangat terlambat," kata Boyamin melalui pesan singkatnya, Kamis (25/2/2021).

Lebih lanjut, Boyamin menyinggung gugatan praperadilan yang dilayangkan pihaknya terhadap KPK ke pengadilan. Ditekankan Boyamin, salah satu yang dipermasalahkan dalam gugatan tersebut yakni, soal lambannya penggeledahan di rumah Ihsan Yunus.

Baca juga: Geledah Rumah Politikus PDIP Ihsan Yunus, KPK Pulang 'Tangan Kosong'

"Praper itu untuk menunjukkan 20 izin sudah diterbitkan Dewas sejak awal setelah OTT, namun tidak segera dilakukan penggeledahan," ucap Boyamin.

"Jadi mestinya langsung dilakukan sehingga barang bukti masih utuh dan tidak dihilangkan. Kalau baru sekarang atau nanti, maka diperkirakan dan diduga barang bukti sudah hilang," sambungnya.

Boyamin mengibaratkan strategi penggeledahan dengan perang. Di mana, kata Boyamin, penggeledahan itu seharusnya ada unsur kejut dan mendadak. Bahkan, kata dia, jika perlu penggeledahan dilakukan malam atau menjelang pagi hari.

"Untuk itu gugatan praper yang sudah saya daftarkan minggu kemarin masih tetap lanjut karena masih ada yang kurang yaitu terkait 20 izin penggeledahan belum semuanya dilakukan," pungkasnya.

(ads)



TAGS :

Komentar