LSM Trisakti: Bantuan Kemensos Diduga Diselewengkan di Tapanuli Selatan

  • 25 Februari 2021 17:50 WITA

Males Baca?


MCWNEWS.COM TAPSEL -  Program bantuan sosial Kementerian Sosial (Kemensos) berupa sembako atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) diduga diselewengkan di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Provinsi Sumut, 

Bantuan ini bersumber dari APBN diperuntukkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) senilai Rp 200 ribu setiap KPM, tapi disinyalir digelembungkan nilainya diatas harga pasar.

Dari penelusuran di lapangan, ada indikasi penyimpangan program bansos sembako yang diperuntukkan kepada masyarakat miskin tersebut. Kejanggalan yang ditemukan terkait penyaluran bansos sembako yang dikelola oleh Kementerian Sosial itu.

Pertama, harga sembako di atas harga pasar yang diberikan suplier kepada agen penyalur ataupun e warung. Sehingga agen mandiri ataupun e warung menjual lagi di atas harga jual/modal dari supplier untuk mendapatkan keuntungan dari KPM. 

Kedua, suplier sebagai pemasok sembako ke penyalur agen mandiri, diduga merupakan arahan dari Dinas Sosial Tapanuli Selatan. Sehingga agen penyalur tidak bisa protes terkait harga dan kualitas sembako, karena dibawah tekanan. 

Ketiga, agen mandiri mempaketkan sembako yang diberikan kepada KPM, sehingga tidak bisa memilih jenis yang dibelanjakan. Padahal di dalam Peraturan Menteri Sosial Nomor 20 Tahun 2019, agen penyalur dilarang mempaketkan bansos sembako.

"UD Berkah selaku supplier pengadaan beras, telur dan kacang diduga merupakan arahan Dinas Sosial Kabupaten Tapsel. Sehingga agen mandiri tidak bisa berbuat banyak. Masalah ini akan kami laporkan ke penegak hukum," kata Jabbar Chaniago, Sekretaris LSM Trisakti, didampingi Divisi Monotoring Adi Saputra Tanjung, kepada awak media. Kamis (25/02/2021).

Dijelaskan Jabbar, UD Berkah menjual 1 karung beras ukuran 15 kg sebesar Rp 147.000, harga telor 1 papan sebesar Rp 50.000, harga 1 kg kacang ijo Rp 20.000 dan harga kacang tanah 1 kg sebesar Rp 26.000. Sementara agen mandiri menyalurkan sembako kepada KPM yaitu beras 1 karung, telur 1/2 papan, kacang ijo 1/4 kg dan kacang tanah 1/4 kg.

"Agen mandiri mengambil keuntungan dari transaksi tersebut sebesar Rp 16.500 setiap KPM, itu hasil konfirmasi kami dari lapangan", ucapnya.

Sebenarnya, besaran bansos sembako pada tahun 2019 sebesar Rp 150.000. Kemudian pada tahun 2020 bertambah menjadi Rp 200.000 karena virus Covid-19 melanda negeri ini. Modus permainan harga untuk mendapatkan fee dalam penyaluran bansos sembako bukan barang baru lagi. Seperti kasus korupsi yang menjerat mantan Menteri Sosial Juliari Batubara," ungkapnya.

Sementara itu, Kadis Sosial Tapanuli Selatan Nurdin Pane, saat akan dikonfirmasi tidak berada di kantornya sampai berita ini ditayangkan.

"Bapak sedang mengikuti Musrenbang di Kecamatan Arse." kata seorang staf bagian umum di Dinas Sosial Tapsel.

(Syah)



TAGS :

Komentar