Periksa Politikus PDIP Ihsan Yunus terkait Suap Bansos, Ini yang Didalami KPK

  • 26 Februari 2021 11:55 WITA
Politikus PDI-Perjuangan, Ihsan Yunus
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya memeriksa Anggota Komisi II DPR asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) M Rakyan Ihsan Yunus, pada Kamis, 25 Februari 2021, kemarin. Mantan Wakil Ketua Komisi VIII tersebut diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.

Ihsan Yunus datang memenuhi panggilan pemeriksaan sekira pukul 14.00 WIB. Ia kemudian merampungkan pemeriksaannya pada pukul 21.40 WIB, malam. Ihsan diperiksa oleh penyidik selama sekira tujuh jam berkaitan kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) untuk penanganan Covid-19.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri membeberkan hasil pemeriksaan terhadap Ihsan Yunus selama sekira tujuh jam tersebut. Salah satu yang didalami penyidik dari keterangan Ihsan Yunus yakni terkait pembagian jatah paket bansos untuk penanganan Covid-19 tahun anggaran 2020.

Baca juga: Geledah Rumah Politikus PDIP Ihsan Yunus, KPK Pulang 'Tangan Kosong'

"M R Ihsan Yunus dikonfirmasi antara lain terkait dengan pengetahuannya mengenai pelaksanaan pengadaan bansos di Kemensos tahun 2020 dan dikonfirmasi pengetahuannya mengenai adanya dugaan pembagian jatah paket bansos di Kemensos tahun 2020," kata Ali melalui pesan singkatnya, Jumat (26/2/2021).

Sementara itu, Ihsan Yunus enggan berbicara banyak ihwal paket pengadaan bansos corona yang kini menjadi rasuah. Politikus PDI-Perjuangan itu lebih memilih irit bicara usai diperiksa sebagai saksi, tadi malam. Ia menekankan bahwa telah menjelaskan semua yang berkaitan dengan pengadaan bansos corona tahun 2020 kepada penyidik.
"Intinya saya sudah menjelaskan semua kepada penyidik. Silakan tanyakan ke penyidik saja, ya," kata Ihsan Yunus kepada awak media di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (25/2/2021), malam.

Baca juga: KPK Tak Temukan Bukti Suap Bansos Covid-19 di Rumah Ihsan Yunus, MAKI : Diduga Udah Dibersihin

Kendati demkian, Ihsan sempat mengakui bahwa rumahnya yang berada di Jalan Kayu Putih Selatan 1, Nomor 16, Pulo Gadung, Jakarta Timur, digeledah oleh penyidik KPK. Kediaman Ihsan Yunus digeledah pada Rabu, (24/2/2021). "Iya rumah saya sudah digeledah kemarin," singkatnya.

Penggeledahan dilakukan untuk mencari bukti tambahan kasus dugaan suap terkait pengadaan bansos Covid-19. Sayangnya, Ali mengklaim bahwa tim penyidik belum menemukan dokumen atau barang bukti yang berkaitan dengan perkara ini dalam penggeledahan tersebut.

Sejauh ini, KPK baru menetapkan lima orang tersangka dalam perkara ini. Kelima tersangka itu yakni, mantan Mensos Juliari P Batubara. Kemudian, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos, Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW) serta dua pihak swasta pemberi suap yakni Ardian IM (AIM), Harry Sidabukke (HS).

Matheus dan Adi Wahyono diduga mengambil jatah Rp10 ribu dari tiap paket bansos berupa sembako seharga Rp300 ribu, bekerjasama dengan pengusaha Ardian IM dan Harry Sidabukke. Dari jatah Rp10 ribu di tiap paket sembako, diduga ada yang mengalir untuk mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara.

(ads)



TAGS :

Komentar