Periksa Saksi Kasus LPD Gerogak, Tiga Penyidik Kejati Bali Terjun Langsung ke Buleleng

  • 01 Maret 2021 19:15 WITA
Penyidik Pidsus Kejati Bali saat memeriksa saksi kasus di LPD Gerogak

Males Baca?


MCWNEWS.COM, DENPASAR - Setelah menetapkan tiga tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan dalam pemberian kredit yang dilakukan pengurus Lembaga Perkreditan (LPD) di  Desa Gerogak Buleleng, tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali terus tancap gas untuk menyerat para pelaku ke pengadilan. 

Kasi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Bali A. Luga Herlianto mengatakan, hari ini, Senin (1/3/2021) kemarin tim penyidik yang berjumlah 3 orang datang langsung ke Buleleng untuk memeriksa sejumlah saksi.

Baca juga: Ditetapkan Tersangka KPK, Nurdin Abdullah Diduga Terima Fee Proyek Rp5,4 Miliar

"Tiga orang jaksa penyidik kami turun langsung ke Buleleng dan memeriksa 8 orang saksi," kata pejabat yang akrab disapa Luga di Denpasar, Seni (1/3/2021). 

Tiga orang saksi yang diperiksa  adalah, Ketua LPD yang baru, pengawas dan satu staf di LPD tersebut. 

"Para saksi ini sebelumnya pernah dimintai keterangan pada saat penyidikan umum, dan hari ini (kemarin) kembali diperiksa untuk memberikan keterangan kepada tiga tersangka baru ini," ungkap pejabat asal Medan, Sematera Utara ini. 

Ditambahkannya, untuk tiga tersangka baru ini yaitu masing-masing MN selaku sekretaris di LPD, NM selaku bendahara dan KS selaku karyawan dibagiam kredit pihak berencana akan memeriksa kurang lebih 16 orang saksi. 

Selain memeriksa saksi untuk kasus dugaan korupsi di LPD Gerogak, tim jaksa Pidus Kejati Bali juga memeriksa sejumlah saksi untuk kasus penguasaan lahan tanpa alasan hukum yang sah milik Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan. 

Untuk kasus di Tabanan ini Luga menyebut ada tiga oran saksi yang dipanggil ke Kajati Bali untuk dimintai keterangan. Ketiga saksi ini semuanya berasal dari BPN Tabanan. 

Baca juga: Polres Raja Ampat Didesak Tuntaskan Sejumlah Kasus Dugaan Korupsi

Seperti diberitakan sebelumnya, untuk kasus di Tabanan ini kejaksaan telah menetapkan 6 oran tersangka masing-masing berinisial WS, NM, NS, IKG, PM dan MK. 

Menut Luga keenam orang ini dijadikan tersangka karena melakukan tindak pidana korupsi terhadap aset negara berupa tanah kantor Kejaksaan Negeri Tabanan.

(eli)



TAGS :

Komentar