Kasus Korupsi LPD Kekeran Inkrah, Kejari Badung Kembalikan Barang Bukti yang Sempat Disita

  • 12 Maret 2021 02:24 WITA
Males Baca?


MCWNEWS.COM, BADUNG - Tim Jaksa Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung mengembalikan barang bukti berupa dokumen-dokumen dalam perkara tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Kekeran, Desa Angantaka, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung.

Baca juga: Dakwaan Rampung, Kejari Limpah Kasus LPD Kekeran ke Pengadilan Tipikor

"Pengembalian barang bukti hari ini sebagai tindaklanjut atas penanganan perkara tindak pidana korupsi yang telah berkekuatan hukum tetap," terang Kasi Intel Kejari Badung I Made Gde Bamaxs Wira Wibowo, Jumat (12/3/2021) di Badung.

Barang bukti sebanyak 132 dokumen ini dikembalikan kepada saksi Ni Putu Seni Artini, Kadek Viki Kristyan, I Made Wardana, I Ketut Suwita dan I Dewa Nyoman Widiarsa sesuai dengan amar putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Denpasar.

Baca juga: Tiga Tersangka Kasus Korupsi LPD Kekeran Ditahan

Sebelumnya, Kejari Badung menangani perkara tindak pidana korupsi pada LPD Desa Adat Kekeran. Hasil penyelidikan I Wayan Suamba, Ni Ketut Artani dan I Made Winda Widana selaku pengurus aktif LPD Desa Adat Kekeran pada periode 2016 sampai dengan 2017 tidak mampu mempertanggungjawaban pengelolaan keuangan LPD Desa Adat Kekeran.

Sehingga dari 1 Januari 2016 sampai dengan 31 Mei 2017 LPD Desa Adat Kekeran menderita kerugian Rp5.258.192.863.

Bamaxs menambahkan, bukan hanya pengembalian barang bukti, sebagai upaya eksekusi terhadap putusan yang telah berkekuatan hukum tetap, seluruh jaksa Kejari Badung juga memberikan pembinaan kepada pengurus LPD dan juga warga di Desa Adat Kekeran.

Baca juga: Terbukti Korupsi, Mantan Sekretaris LPD Kekeran Divonis 3 Tahun Penjara

"Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari peran Kejaksaan untuk membangun kesadaran hukum dan turut serta melakukan perbaikan dan pembinaan di LPD yang sebelumnya dananya telah dikorupsi," tuturnya.

"Sehingga Kejaksaan tidak hanya memenjarakan pelaku, tetapi juga turut serta berupaya membangun kembali LPD Kekeran melalui program pembinaan pasca perkara korupsinya telah mempunyai kekuatan hukum tetap," tegasnya.

(eli)



TAGS :

Komentar