Korupsi Bansos Covid-19, KPK Geledah Rumah dan Kantor Bupati Bandung Barat

  • 16 Maret 2021 21:10 WITA
Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait pengadaan bantuan sosial (bansos) untuk penanganan Covid-19. Kali ini, KPK mengendus adanya tindak pidana korupsi terkait pengadaan bansos Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat.

Sejalan dengan pengusutan tersebut, tim penyidik KPK melakukan serangkaian penggeledahan di Kabupaten Bandung Barat. Ada tiga lokasi yang digeledah yakni, rumah dan kantor dinas Bupati Bandung Barat, Aa Umbara, serta kediaman seseorang yang berkaitan dengan perkara ini.

Baca juga: KPK Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Bansos Covid-19 di Bandung Barat

"Benar, Selasa (16/3/2021), tim penyidik KPK melakukan penggeledahan di 3 lokasi berbeda yang berada di Kabupaten Bandung Barat, Jabar, yaitu,
Kantor Bupati Pemda Kabupaten Bandung Barat, dan dua rumah kediaman pribadi dari pihak yang terkait dengan perkara ini," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Selasa (16/3/2021).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rumah pribadi diduga milik Aa Umbara yang digeledah terletak di daerah Lembang, Bandung Barat. Sementara kantor Bupati Bandung Barat berlokasi di kawasan Ngamprah, Jawa Barat. Belum diketahui apa saja yang diamankan tim penyidik KPK dalam giat penggeledahan itu.

Baca juga: KPK Sita Rp52,3 Miliar Diduga terkait Suap Benih Lobster, Begini Penampakan Uangnya

"Perkembangannya akan kami informasikan lebih lanjut," pungkasnya.

Sebelumnya, Ali mengakui bahwa pihaknya saat ini sedang mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan bantuan sosial (bansos) untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat tahun 2020. Kasus yang diawali dari proses penyelidikan itu, saat ini sudah masuk dalam tahap penyidikan.

"Benar saat ini KPK telah menaikkan ke tahap penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana Pandemi Covid-19 pada Dinas Sosial Pemda Kabupaten Bandung Barat tahun 2020," kata Ali.

Sejalan dengan ditingkatkannya kasus ini dari tahap penyelidikan ke penyidikan, maka KPK telah menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka. Sayangnya, KPK masih enggan membeberkan secara detail siapa saja yang menjadi tersangka dalam kasus ini.

"Uraian lengkap dari kasus ini dan pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka belum dapat kami sampaikan kepada publik secara terbuka," ujar Alim

"Pengumuman tersangka akan disampaikan saat tim penyidik KPK telah melakukan upaya paksa penangkapan atau penahanan para tersangka telah dilakukan," sambungnya.

(ads)



TAGS :

Komentar