Geledah 4 Lokasi, KPK Amankan Dokumen terkait Pengadaan Bansos Covid-19 di Bandung Barat

  • 18 Maret 2021 13:15 WITA

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah empat lokasi untuk mencari bukti tambahan kasus dugaan korupsi terkait pengadaan bantuan sosial (bansos) untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat Tahun 2020. Penggeledahan dilakukan pada Rabu (17/3/2021), kemarin.

Adapun, empat lokasi yang digeledah KPK yakni Kantor Dinas PUPR Bandung Barat; Kantor CV BP (Bintang Pamungkas) di Lembang, Bandung Barat; CV SSGC (Sentral Sayuran Garden City) di Lembang; dan kediaman salah satu pihak yang terkait perkara ini di Lembang. Dari empat lokasi itu, tim mengamankan sejumlah dokumen yang diduga berkaitan dengan perkara ini.

Baca juga: Korupsi Bansos Covid-19, KPK Geledah Rumah dan Kantor Bupati Bandung Barat

"Pada empat lokasi tersebut, ditemukan dan diamankan bukti diantaranya berbagai dokumen dan barang bukti elekronik," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui keterangan resminya, Kamis (18/3/2021).

"Selanjutnya, seluruh barang bukti akan dilakukan validasi dan verifikasi untuk dilakukan penyitaan guna melengkapi berkas perkara penyidikan perkara dimaksud," imbuhnya.

Baca juga: KPK Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Bansos Covid-19 di Bandung Barat

Sebelumnya, Ali mengakui bahwa pihaknya saat ini sedang mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan bantuan sosial (bansos) untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat tahun 2020. Kasus yang diawali dari proses penyelidikan itu, saat ini sudah masuk dalam tahap penyidikan.

"Benar saat ini KPK telah menaikkan ke tahap penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana Pandemi Covid-19 pada Dinas Sosial Pemda Kabupaten Bandung Barat tahun 2020," kata Ali, beberapa waktu lalu.

Sejalan dengan ditingkatkannya kasus ini dari tahap penyelidikan ke penyidikan, maka KPK telah menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka. Sayangnya, KPK masih enggan membeberkan secara detail siapa saja yang menjadi tersangka dalam kasus ini.

"Uraian lengkap dari kasus ini dan pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka belum dapat kami sampaikan kepada publik secara terbuka," ujar Ali.

"Pengumuman tersangka akan disampaikan saat tim penyidik KPK telah melakukan upaya paksa penangkapan atau penahanan para tersangka telah dilakukan," sambungnya.

(ads)



TAGS :

Komentar