KPK Sita Lagi Aset Mantan Stafsus Edhy Prabowo, Kali Ini Sebuah Mobil

  • 23 Maret 2021 05:14 WITA

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyita aset yang diduga milik mantan Staf Khusus (Stafsus) Edhy Prabowo, Andreau Misanta Pribadi (AMP). Aset itu yakni satu unit mobil. Mobil itu diduga hasil suap izin ekspor benih lobster di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

KPK menyita satu mobil yang diduga milik Andreau dari Pengacara, Robinson Paul Tarru. Penyitaan dilakukan saat Robinson diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi pada Jumat, 19 Maret 2021. Belum diketahui dengan pasti hubungan Robinson Paul Tarru dengan Andreau Misanta Pribadi. Baca juga: Sekda Kota Batu Malang Digarap KPK, Terkait Kasus Apa?

"Robinson Paul Tarru pemeriksaan telah dilakukan pada Jumat, pada yang bersangkutan dilakukan penyitaan satu unit mobil yang diduga milik tersangka AMP," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Senin (22/3/2021).

Sekadar informasi, KPK telah menetapkan tujuh tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan ekspor benih lobster. Ketujuh tersangka itu yakni, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo (EP); Stafsus Menteri Kelautan dan Perikanan, Safri (SAF) dan Andreau Misanta Pribadi (AMP).

Kemudian, Pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK), Siswadi (SWD); Staf Istri Menteri Kelautan dan Perikanan, Ainul Faqih (AF); dan pihak swasta Amiril Mukminin (AM). Sementara satu tersangka pemberi suap yakni, Direktur PT DPP, Suharjito (SJT). Baca juga: Kasus Korupsi Bansos Covid-19 di Bandung Barat, KPK Geledah Rumah Kadisparbud

Edhy bersama Safri, Andreau Pribadi Misanta, Siswadi, Ainul Faqih, dan Amril Mukminin diduga menerima suap sebesar Rp10,2 miliar dan USD100 ribu dari Suharjito. Suap tersebut diberikan agar Edhy memberikan izin kepada PT Dua Putra Perkasa Pratama untuk menerima izin sebagai eksportir benur.

Sebagian uang suap tersebut digunakan oleh Edhy dan istrinya, Iis Rosita Dewi untuk belanja barang mewah di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat pada 21-23 November 2020. Sekitar Rp750 juta digunakan untuk membeli jam tangan Rolex, tas Tumi dan Louis Vuitton serta baju Old Navy.

(ads)



TAGS :

Komentar