KPK Sita Rp3 Miliar terkait Kasus Suap Ekspor Benih Lobster

  • 23 Maret 2021 23:20 WITA
Ilustrasi KPK

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyita sejumlah uang yang berkaitan dengan kasus dugaan suap izin ekspor benih bening (benur) lobster. Kali ini, KPK menyita uang sebesar Rp3 miliar dari salah satu saksi.

Uang sebesar Rp3 miliar itu disita dari pihak swasta bernama Syammy Dusman. Penyitaan dilakukan saat Syammy Dusman diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo (EP), dan yang lainnya, pada hari ini. Baca juga: KPK Sita Bukti Elektronik Usai Geledah 2 Rumah terkait Korupsi Bansos di Bandung Barat

"Syammy Dusman, diperiksa sebagai saksi untuk tersangka EP dkk. Pada yang bersangkutan dilakukan penyitaan sejumlah uang yang diduga terkait dengan perkara," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Selasa (23/3/2021).

Sejauh ini, KPK telah menetapkan tujuh tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan ekspor benih lobster. Ketujuh tersangka itu yakni, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo (EP); Stafsus Menteri Kelautan dan Perikanan, Safri (SAF) dan Andreau Misanta Pribadi (AMP). Baca juga: KPK Sita Lagi Aset Mantan Stafsus Edhy Prabowo, Kali Ini Sebuah Mobil

Kemudian, Pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK), Siswadi (SWD); Staf Istri Menteri Kelautan dan Perikanan, Ainul Faqih (AF); dan pihak swasta Amiril Mukminin (AM). Sementara satu tersangka pemberi suap yakni, Direktur PT DPP, Suharjito (SJT).

Edhy bersama Safri, Andreau Pribadi Misanta, Siswadi, Ainul Faqih, dan Amril Mukminin diduga menerima suap sebesar Rp 10,2 miliar dan USD 100 ribu dari Suharjito. Suap tersebut diberikan agar Edhy memberikan izin kepada PT Dua Putra Perkasa Pratama untuk menerima izin sebagai eksportir benur. Baca juga: Sekda Kota Batu Malang Digarap KPK, Terkait Kasus Apa?

Sebagian uang suap tersebut digunakan oleh Edhy dan istrinya, Iis Rosita Dewi untuk belanja barang mewah di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat pada 21-23 November 2020. Sekitar Rp750 juta digunakan untuk membeli jam tangan Rolex, tas Tumi dan Louis Vuitton serta baju Old Navy.

(ads)



TAGS :

Komentar