KPK 'Acak-Acak' Kantor Bank Panin, Sita Barbuk Diduga Terkait Suap Pajak

  • 24 Maret 2021 09:37 WITA

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan kegiatan penggeledahan untuk mencari bukti tambahan dalam kasus dugaan suap pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Penggeledahan dilakukan di Kantor Pusat Bank Panin, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Selasa (23/3/2021), kemarin. Penggeledahan dimulai sejak pukul 10.00 hingga 21.00 WIB, atau selama sekira 9 jam. Baca juga: Eks Dirut PT MIT Dituntut 4 Tahun Penjara Karena Dinilai Terbukti Menyuap Nurhadi

"Penyidik telah selesai melakukan penggeledahan di wilayah DKI Jakarta yang bertempat di Kantor Pusat Bank Panin, Jakarta Pusat. Penggeledahan dilakukan dari pukul 10.00 sampai sekitar pukul 21.00 WIB," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Selasa (23/3/2021).

Tim mengamankan sejumlah barang bukti usai 'mengacak-acak' Kantor Bank Panin Pusat tersebut. Barang bukti yang diamankan diantaranya yakni, dokumen serta bukti elektronik yang diduga berkaitan dengan kasus dugaan suap perpajakan ini. Baca juga: KPK Sita Rp3 Miliar terkait Kasus Suap Ekspor Benih Lobster

"Di lokasi ini diamankan di antaranya berbagai dokumen dan barang elekronik yang terkait dengan perkara. Selanjutnya bukti-bukti tersebut akan segera dianalisa untuk diajukan penyitaannya dan menjadi bagian dalam berkas perkara penyidikan dimaksud," kata Ali.

Sebelumnya, Ali mengakui bahwa pihaknya sedang mengusut kasus dugaan suap terkait pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Kasus ini sudah masuk dalam proses penyidikan.

"Sebagaimana yang disampaikan pimpinan KPK, benar saat ini KPK sedang melakukan kegiatan penyidikan dugaan korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait dengan pemeriksaan perpajakan pada Direktorat Jenderal Pajak," kata Ali melalui pesan singkatnya, Rabu, 3 Maret 2021.

Ali tidak membantah sudah adanya tersangka dalam penyidikan perkara ini. Kendati demikian, ia belum bisa membeberkan siapa tersangka serta konstruksi perkara dugaan korupsi di Ditjen Pajak Kemenkeu ini.

"Kami saat ini belum dapat menyampaikan detail kasus dan tersangkanya karena sebagaimana telah kami sampaikan bahwa kebijakan KPK terkait ini adalah pengumuman tersangka akan dilakukan saat penangkapan atau penahanan para tsk telah dilakukan," beber Ali.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat dua pejabat pajak yang diduga menerima suap dalam perkara ini. Dua pejabat pajak itu adalah mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Angin Prayitno Aji dan Kepala Sub Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak Dadan Ramdani. Baca juga: KPK Sita Lagi Aset Mantan Stafsus Edhy Prabowo, Kali Ini Sebuah Mobil

Dugaan suap yang diterima pejabat pajak itu, salah satunya disinyalir berasal dari kuasa wajib pajak Bank Pan Indonesia (Bank Panin) Veronika Lindawati. KPK disebut-sebut telah mencekal Veronika Lindawati bersama dengan sejumlah pihak lainnya untuk bepergian ke luar negeri.  

Veronika bukan sosok yang biasa di Panin Group. Veronika diketahui pernah memegang beberapa jabatan di perusahaan grup Panin. Ia tercatat sebagai Komisaris PT Paninkorp sejak 2010. Kemudian, ia juga menjabat Komisaris PT Panin Investment sejak 2010



TAGS :

Komentar