Edhy Prabowo Segera Disidang terkait Kasus Suap Ekspor Benih Lobster

  • 24 Maret 2021 17:10 WITA
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo bakal segera menjalani persidangan atas kasus dugaan suap terkait pengurusan izin ekspor benih bening (benur) lobster. Ia bakal disidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Hal itu sejalan dengan telah dirampungkannya berkas penyidikan Edhy Prabowo atau P21. Penyidik KPK telah melimpahkan berkas penyidikan Edhy Prabowo tersebut ke tahap dua atau penuntutan, pada hari ini. Baca juga: KPK Sita Lagi Aset Mantan Stafsus Edhy Prabowo, Kali Ini Sebuah Mobil

"Hari ini, tim penyidik melaksanakan tahap II (penyerahan tersangka dan barang bukti) atas nama tersangka EP dkk kepada Tim JPU. Sebelumnya berkas perkara para Tersangka dimaksud telah dinyatakan lengkap (P21)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Rabu (24/3/2021).

Tak hanya Edhy, KPK juga telah merampungkan berkas penyidik para tersangka kasus dugaan suap ekspor benih lobster lainnya ke tahap penuntutan. Saat ini penahanan para tersangka diserahkan ke tim Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Adapun, Edhy Prabowo di Rutan KPK Gedung Merah Putih; Safri Muis di Rutan KPK Gedung Merah Putih; Andreau Pribadi Misata di Rutan KPK Gedung Merah Putih; Siswadi di Rutan KPK Gedung Merah Putih; Ainul Faqih di Rutan KPK Gedung Merah Putih; dan Amiril Mukminin di Rutan KPK Gedung Merah Putih. Baca juga: KPK Sita Rumah Mantan Stafsus Edhy Prabowo Diduga Hasil Suap Lobster

"Dalam waktu 14 hari kerja, tim JPU akan segera menyusun surat dakwaan dan melimpahkan berkas perkara ke PN Tipikor. Persidangan diagendakan di PN Tipikor Jakarta Pusat," bebernya.

Selama proses penyidikan, KPK telah memeriksa sebanyak 157 saksi dari berbagai pihak. Diantaranya, pihak internal di KKP dan dari unsur swasta yaitu para ekspoktir yang mendapatkan izin ekspor benih bening lobster di KKP tahun 2020.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan tujuh tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan ekspor benih lobster. Ketujuh tersangka itu yakni, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo (EP); Stafsus Menteri Kelautan dan Perikanan, Safri (SAF) dan Andreau Misanta Pribadi (AMP).

Kemudian, Pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK), Siswadi (SWD); Staf Istri Menteri Kelautan dan Perikanan, Ainul Faqih (AF); dan pihak swasta Amiril Mukminin (AM). Sementara satu tersangka pemberi suap yakni, Direktur PT DPP, Suharjito (SJT). Baca juga: Edhy Prabowo Diduga Beli Tanah Pakai Uang Suap Benih Lobster

Edhy bersama Safri, Andreau Pribadi Misanta, Siswadi, Ainul Faqih, dan Amril Mukminin diduga menerima suap sebesar Rp 10,2 miliar dan USD 100 ribu dari Suharjito. Suap tersebut diberikan agar Edhy memberikan izin kepada PT Dua Putra Perkasa Pratama untuk menerima izin sebagai eksportir benur.

Sebagian uang suap tersebut digunakan oleh Edhy dan istrinya, Iis Rosita Dewi untuk belanja barang mewah di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat pada 21-23 November 2020. Sekitar Rp750 juta digunakan untuk membeli jam tangan Rolex, tas Tumi dan Louis Vuitton serta baju Old Navy.



TAGS :

Komentar