KPK Geledah PT GMP di Lampung terkait Kasus Suap Pajak

  • 26 Maret 2021 11:14 WITA
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor PT Gunung Madu Plantation (PT GMP) di Lampung Tengah, pada Kamis, 25 Maret 2021, kemarin. Penggeledahan berkaitan dengan kasus dugaan suap pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 pada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Baca juga: Baca juga: KPK 'Acak-Acak' Kantor Bank Panin, Sita Barbuk Diduga Terkait Suap Pajak

"Kamis (25/3/2021) Tim Penyidik KPK dalam perkara dugaan TPK penerimaan hadiah atau janji terkait dengan pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 pada Direktorat Jenderal Pajak, telah selesai melaksanakan penggeledahan di wilayah Lampung yang bertempat di Kantor pusat PT GMP (Gunung Madu Plantation), Lampung Tengah Provinsi Lampung," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Kamis (25/3/2021).

Ali mejabarkan, penggeledahan di PT GMP tersebut dilakukan selama kurang lebih 8 jam sejak pukul 12.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Dari penggeledahan tersebut, tim penyidik lembaga antirasuah mengamankan sejumlah dokumen dan barang elekronik yang terkait dengan perkara ini. Baca juga: KPK Bantu Kejaksaan Tangkap Buronan Kasus Korupsi Jembatan Sulteng

"Selanjutnya bukti-bukti  tersebut akan segera dianalisa untuk diajukan penyitaannya dan menjadi bagian dalam berkas perkara penyidikan dimaksud," kata Ali.

Sebelumnya, KPK telah lebih dulu menggeledah Kantor PT Jhonlin Baratama di daerah Kalimantan Selatan, pada Kamis, 18 Maret 2021. Jhonlin Baratama adalah salah satu lini bisnis milik Jhonlin Group yang bergerak di sektor pertambangan batubara. Nama Jhonlin Group identik dengan 'Sultan' Kalimantan, Andi Syamsuddin Arsyad atau yang banyak dikenal sebagai Haji Isam. Haji Islam merupakan pengusaha pemilik Jhonlin Group.

Selain Jhonlin Baratama, penyidik juga menggeledah tiga rumah yang diduga milik pihak-pihak yang berkaitan dengan perkara ini. Ketiga rumah yang digeledah itu berlokasi di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Kendati demikian, belum diketahui rumah siapa yang digeledah tersebut.

Kemudian, pada Selasa, 23 Maret 2021, KPK kembali melakukan penggeledahan untuk mencari bukti tambahan dalam kasus ini. Pengeledahan dilancarkan di Kantor Pusat Bank Pan Indonesia (Bank Panin) di daerah Jakarta Pusat. Diduga, salah petinggi PT Bank Panin terseret dalam pusaran suap ini. Baca juga: KPK Tahan 2 Pejabat BPN Penerima Gratifikasi Miliaran Rupiah

Petinggi Bank Panin itu yakni, Veronila Lindawati. KPK disebut-sebut telah mencekal Veronika Lindawati bersama dengan sejumlah pihak lainnya untuk bepergian ke luar negeri.  Veronika bukan sosok yang biasa di Panin Group. Veronika diketahui pernah memegang beberapa jabatan di perusahaan grup Panin. Ia tercatat sebagai Komisaris PT Paninkorp sejak 2010. Kemudian, ia juga menjabat Komisaris PT Panin Investment sejak 2010

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat dua pejabat pajak yang diduga menerima suap dalam perkara ini. Dua pejabat pajak itu adalah mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Angin Prayitno Aji dan Kepala Sub Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak Dadan Ramdani.

(ads)



TAGS :

Komentar