Mantan Anggota DPRD Jabar Segera Diadili atas Kasus Suapnya

  • 26 Maret 2021 14:25 WITA
Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan berkas penyidikan tersangka Mantan Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar) Abdul Rozaq Muslim (ARM). Bahkan, berkas penyidikan Abdul Rozaq telah dilimpahkan ke tahap penuntutan pada Kamis, 25 Maret 2021. Baca juga: KPK Geledah PT GMP di Lampung terkait Kasus Suap Pajak

Sejalan dengan pelimpahan berkas perkara itu, Abdul Rozaq bakal segera diadili. Ia bakal disidang atas kasus dugaan suap terkait bantuan keuangan dari Provinsi Jawa Barat kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu tahun anggaran 2017 sampai 2019. 

"Tim penyidik telah melaksanakan tahap II tersangka ARM (Abdul Rozaq Muslim) kepada tim JPU dalam perkara dugaan TPK terkait bantuan keuangan dari Provinsi Jawa Barat kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu tahun anggaran 2017 sampai 2019," ujar Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Jumat (26/3/2021).

Ali menambahkan, kewenangan penahanan selanjutnya akan dilanjutkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama 20 hari terhitung sejak tanggal 25 Maret 2021 sampai dengan 13 April 2021 yang tempat penitipan penahananannya masih di Rutan KPK cabang Gedung Merah Putih. Baca juga: KPK Tahan 2 Pejabat BPN Penerima Gratifikasi Miliaran Rupiah

Dalam waktu 14 hari kerja, sambungnya, tim JPU pada KPK akan segera menyusun surat dakwaan untuk terdakwa Abdul Rozaq. Setelah surat dakwaan itu rampung, tim JPU akan melimpahkannya ke Pengadikan Tipikor pada PN Bandung.

"Persidangan diagendakan di PN Tipikor Bandung," imbuhnya.

Selama proses penyidikan terhadap Abdul Rozaq, KPK telah memeriksa  sebanyak 116 saksi yang diantaranya, aparatur sipil yang ada di Pemkab Indramayu dan pihak- pihak dari unsur swasta. Baca juga: KPK Bantu Kejaksaan Tangkap Buronan Kasus Korupsi Jembatan Sulteng

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Golkar, Abdul Rozaq Muslim sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait bantuan keuangan dari Provinsi Jawa Barat kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu tahun anggaran 2017 sampai 2019.

Abdul Rozaq diduga menerima uang suap senilai Rp8,5 miliar dari seorang pengusaha Carsa AS. Uang itu disinyalir sebagai upaya untuk memuluskan tujuan Carsa AS dalam mendapatkan proyek pada Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu.

(ads)



TAGS :

Komentar