Pedangdut Cita Citata 'Digarap' KPK, Dikonfirmasi soal Aliran Uang Bansos Covid-19

  • 27 Maret 2021 04:15 WITA
Cita Citata memenuhi panggilan pemeriksaan KPK sebagai saksi
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Pedangdut cantik Cita Rahayu atau yang karib disapa dengan Cita Citata, pada hari ini, Jumat (26/3/2021). Pelantun tembang 'Goyang Dumang' tersebut diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan suap terkait pengadaan Bansos Covid-19. Baca juga: Jumat Keramat, KPK Jebloskan RJ Lino ke Penjara

Pada pemeriksaan kali ini, penyidik mengonfirmasi soal aliran uang dugaan suap bansos Covid-19 kepada Cita Citata. Sebab, ia diduga turut kecipratan uang panas terkait pengadaan Bansos Covid-19 itu. Uang panas itu diterima Cita sebagai honor dari hasil konsernya dalam acara yang diselenggarakan Kemensos di Labuan Bajo.

"Cita Rahayu (Seniman) dikonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan aliran sejumlah uang yang diterima oleh saksi pada saat menjadi salah satu pengisi acara yang diadakan oleh Kemensos RI di Labuan Bajo," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Jumat (26/3/2021).

"Dimana, sumber uang tersebut juga masih diduga dari para vendor yang menjadi pelaksana pengadaan Bansos untuk wilayah Jabodetabek tahun 2021 di Kemensos RI," imbuhnya. Baca juga: Mantan Anggota DPRD Jabar Segera Diadili atas Kasus Suapnya

Usai diperiksa, Cita Citata enggan menjelaskan lebih detail hasil pemeriksaannya pada hari ini. Ia berjanji akan membeberkan materi pemeriksaannya pada hari ini lewat akun media sosialnya. Sebab, ia tak ingin mengundang kerumunan sekaligus mengantisipasi penyebaran virus Corona.

"Jadi Cita belum bisa banyak menjelaskan karena Cita juga takut keluar dengan kerumunan seperti ini. cita janji di sosial media Cita, Cita akan jelaskan detailnya," ujarnya di depan Gedung KPK, Jakarta Selatan.

Sekadar informasi, nama Cita Citata muncul dalam sidang perkara dugaan suap terkait pengurusan Bansos Covid-19 untuk terdakwa Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja, pada Senin, 8 Maret 2021. Nama Cita Citata muncul ketika Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan Bansos Covid-19, Matheus Joko Santoso bersaksi.

Dalam persidangan tersebut, Matheus membeberkan bahwa uang yang diserahkan kepada Juliari Peter Batubara, saat masih menjabat Menteri Sosial berjumlah Rp14,7 miliar. Uang tersebut, kata Matheus, digunakan untuk berbagai macam keperluan seperti membayar jasa pengacara hingga kunjungan kerja ke Semarang.

Selain mengalir ke sejumlah pihak di lingkungan Kementerian Sosial, uang itu juga digunakan untuk berbagai kegiatan kementerian seperti acara di Labuan Bajo. Di mana, ketika itu Pedangdut Cita Citata menjadi tamu undangan. Baca juga: KPK Geledah PT GMP di Lampung terkait Kasus Suap Pajak

"Artisnya (yang diundang) informasinya Cita Citata, tapi saya juga enggak hadir," kata Matheus.

Uang bansos, lanjut dia, juga digunakan untuk pembayaran hotel Biro Humas Rp80 juta; tes swab pimpinan kementerian Rp30 juta; seragam baju tenaga pelopor Rp80 juta.

"Pembayaran kegiatan di Mesuji Lampung Rp100 juta, pengerahan tenaga pelapor untuk monitoring gudang Rp80 juta, pembayar makan-minum rapat pimpinan awal-akhir Rp100 juta, pembayar makan minum tim bansos relawan dan tim pantau Rp200 juta, pembayar sapi Rp100 juta, sewa pesawat carter Labuan Bajo Rp270 juta, pembayaran artis untuk kegiatan rapat Labuan Bajo Rp150 juta," imbuhnya.

Cita Citata sendiri sudah mengklarifikasi terkait namanya yang turut muncul dalam persidangan kasus dugaan Bansos Covid-19. Cita menekankan bahwa tidak terlibat dalam perkara itu. Ia juga menjelaskan bahwa diundang untuk konser di Labuan Bajo melalui pihak Event Organizer, bukan dari Kemensos.
Sejauh ini, KPK baru menetapkan mantan Mensos Juliari Peter Batubara dan empat tersangka lainnya sebagai tersangka suap terkait program bantuan sosial penanganan virus corona (Covid-19) di wilayah Jabodetabek tahun 2020.

Keempat tersangka lainnya dalam kasus ini adalah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono, serta Ardian I M dan Harry Van Sidabukke selaku pihak swasta.

KPK menduga, berdasarkan temuan awal, Juliari menerima Rp10 ribu perpaket sembako dengan harga Rp300 ribu. Namun menurut KPK, tak tertutup kemungkinan Juliari menerima lebih dari Rp10 ribu. Total uang yang sudah diterima Juliari Rp 17 miliar.

KPK juga menduga Juliari menggunakan uang suap tersebut untuk keperluan pribadinya, seperti menyewa pesawat jet pribadi. Selain itu, uang suap tersebut juga diduga dipergunakan untuk biaya pemenangan kepala daerah dalam Pilkada serentak 2020.



TAGS :

Komentar