Soal Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar, Ini Komentar Direktur Biro Hukum FBR

  • 28 Maret 2021 23:15 WITA
Direktur Biro Hukum Forum Betawi Rembuk (FBR) Jakarta Barat H. Ahmad Mudjamil
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Sebuah bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Jalan Kajaolalido, Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu pagi hari ini. Negara kembali tercoreng karena ulah  para teroris.

Menyikapi hal tersebut Direktur Biro Hukum Forum Betawi Rembuk (FBR) Jakarta Barat H. Ahmad Mudjamil mengutuk keras segala aksi teror termasuk yang terjadi di Makassar, menurutnya pelakunya adalah orang yang kehilangan akal sehat. Baca juga: PGI Kecam Keras Aksi Bom Bunuh Diri di Makassar

"Mau dilihat sisi manampun, pelaku adalah orang yang kehilangan akal sehat. Kita mengutuk semua bentuk teror," terang Ahmad kepada para Wartawan, Minggu,  (28/03/2021) di Jakarta.

Pelaku teror tidak ada yang membenarkan termasuk agama. Sehingga, lanjut Ahmad, teroris itu adalah penjahat, bukan penganut agama. Baca juga: Kuasa Hukum INS Klarifikasi terkait Penyimpanan Uang Rp4,5 Miliar Milik LPD Bugbug

"Tidak ada ajaran yang membolehkan, maka dari itu, teror itu adalah kejahatan yang harus diberantas bersama, tidak boleh ada yang membelanya dengan alasan apapun," sergah Ahmad Mudjamil.

Ia pu meminta semua pihak untuk tenang dan tidak panik dengan adanya bom. Ahmad menganggap tujuan teroris itu untuk membuat ketakutan publik.

"Jangan sampai kita ini seperti yang diharapkan teroris, takut dan panik. Kita lawan teroris sampai ke akar-akarnya," ujarnya. Baca juga: PBB Denpasar Kutuk Keras Bom Bunuh Diri Gereja Katedral di Makasar

Ahmad sangat percaya dengan pihak Kepolisian dalam menangani bom yanf terjadi di Makassar.

"Kita serahkan ke pihak Kepolisian, pasti terbongkar, jaringan dan pelaku lainnya. Polisi sangat profesional," pungkas Ahmad Mudjamil.

(red)



TAGS :

Komentar