Suap Bansos Corona, Juliari Batubara dan 2 Pejabat Kemensos Bakal Segera Diadili

  • 02 April 2021 11:01 WITA
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri
Males Baca?

 

MCWNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan berkas penyidikan tiga tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan Bantuan Sosial (Bansos) untuk penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek. Ketiganya bakal segera duduk di kursi pesakitan dalam waktu dekat.

Ketiganya yakni, Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara dan dua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan Bansos Corona, Adi Wahyono serta Matheus Joko Santoso. KPK juga telah melimpahkan berkas penyidikan ketiganya ke tahap penuntutan, pada Kamis, 1 April 2021, kemarin. Baca juga: Pedangdut Cita Citata 'Digarap' KPK, Dikonfirmasi soal Aliran Uang Bansos Covid-19

"Kamis (1/4/2021) tim penyidik melaksanakan tahap 2 (penyerahan tersangka dan barang bukti) kepada tim JPU dengan tersangka JPB (Juliari P Batubara), tersangka MJS (Matheus Joko Santoso) dan tersangka AW (Adi Wahyono)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Jumat (2/4/2021).

Selanjutnya, kata Ali, penahanan ketiganya akan dilanjutkan dan menjadi kewenangan JPU. Masing-masing terdakwa akan dilanjutkan penahanannya selama 20 hari kedepan terhitung sejak tanggal 1 April 2021 sampai 20 April 2021.

"Dalam waktu 14 hari kerja, tim JPU segera menyusun surat dakwaan dan melimpahkan berkas perkara ke PN Tipikor. Persidangan diagendakan di PN Tipikor Jakarta Pusat," bebernya. Baca juga: Kasus Suap RS Kasih Bunda, Wali Kota Non-aktif Cimahi Segera Duduk di Kursi Pesakitan

Selama proses penyidikan, KPK telah memeriksa sebanyak 68 saksi yang diantaranya adalah, pejabat dilingkungan Kemensos, anggota DPR dan dari berbagai pihak swasta yang menjadi vendor dalam pelaksanaan kegiatan Bansos dimaksud.

Juliari Peter Batubara ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan paket bantuan sosial (bansos) berupa sembako untuk penanganan virus corona (Covid-19) di wilayah Jabodetabek tahun 2020 bersama empat orang lainnya. Baca juga: Mantan Anggota DPRD Jabar Segera Diadili atas Kasus Suapnya

Keempat orang lainnya itu yakni, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan bansos untuk penanganan Covid-19 di Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono. Kemudian, Ardian Iskandar M dan Harry Van Sidabukke selaku pihak swasta selaku pemberi suap.

Berdasarkan temuan awal, Juliari diduga menerima Rp10 ribu perpaket sembako dengan harga Rp300 ribu. Namun menurut KPK, tak tertutup kemungkinan Juliari menerima lebih dari Rp10 ribu. Total uang yang sudah diterima Juliari Rp 17 miliar.

KPK juga menduga Juliari menggunakan uang suap tersebut untuk keperluan pribadinya, seperti menyewa pesawat jet pribadi. Selain itu, uang suap tersebut juga diduga dipergunakan untuk biaya pemenangan kepala daerah dalam Pilkada serentak 2020.

(ads)



TAGS :

Komentar