Sejarah Baru, KPK Hentikan Kasus BLBI yang Jerat Sjamsul Nursalim dan Istrinya

  • 02 April 2021 14:00 WITA
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibawah kepemimpinan Firli Bahuri menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). SP3 yang diterbitkan Firli Bahuri Cs merupakan yang pertama kali sepanjang sejarah KPK berdiri. SP3 diterbitkan setelah adanya Undang-Undang (UU) baru KPK Nomor 19 Tahun 2019.

SP3 yang diterbitkan Firli Bahuri Cs yakni untuk kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) untuk obligor Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) dengan tersangka Sjamsul Nursalim dan Itjih Nursalim. Dengan demikian, KPK berhenti memproses penyidikan Sjamsul dan Itjih. Baca juga: KPK Bakal Digugat ke Pengadilan Karena SP3 Kasus BLBI

"Kami akan mengumumkan penghentian penyidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh tersangka Sjamsul Nursalim selaku pemegang saham pengendali Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) dan istrinya, Ijtih Sjamsul Nursalim," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (1/4/2021).

Alex, sapaan karib Alexander menjelaskan, penghentian penyidikan kasus SKL BLBI ini sesuai dengan ketentuan Pasal 40 UU KPK. Serta, sebagai bagian dari penegak hukum. Oleh karenanya, kata Alex, dalam setiap penanganan perkara, KPK memastikan akan selalu mematuhi aturan hukum yang berlaku. Baca juga: Suap Bansos Corona, Juliari Batubara dan 2 Pejabat Kemensos Bakal Segera Diadili

"Penghentian penyidikan ini sebagai bagian adanya kepastian hukum dalam proses penegakan hukum sebagaimana amanat Pasal 5 UU KPK, dalam menjalankan tugas dan wewenangnya KPK berasaskan pada asas kepastian hukum," ucap Alex.

Sebelumnya, KPK sempat mengirimkan surat kepada National Central Bureau (NCB)-Interpol Indonesia untuk turut membantu menangkap pemegang saham Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI), Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Nursalim.

Sjamsul dan Itjih merupakan‎ tersangka sekaligus buronan dalam kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI) terhadap obligor BDNI.‎ KPK sendiri telah menetapkan keduanya sebagai buronan dengan meminta bantuan Polri.  Baca juga: Pedangdut Cita Citata 'Digarap' KPK, Dikonfirmasi soal Aliran Uang Bansos Covid-19

Dalam perkara ini, Sjamsul dan istrinya disebut melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dengan mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsyad Tumenggung. Sjamsul dan istrinya diduga sebagai pihak yang diperkaya sebesar Rp4,58 triliun.

Namun kemudian, KPK tak kunjung berhasil menangkap keduanya yang disinyalir berada di luar negeri. Hingga akhirnya, KPK di bawah kepemimpinan Firli Bahuri memutuskan untuk menghentikan penyidikan perkara yang menjerat Sjamsul Nursalim dan Itjih Nursalim setelah Mahkamah Agung (MA) memutus lepas Syafruddin Arsyad Temenggung, lewat putusan kasasi.

(ads)



TAGS :

Komentar