Bupati Bandung Barat dan Anaknya Diduga Korupsi Bansos Corona Rp3,7 Miliar

  • 02 April 2021 15:25 WITA
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna (AUS) dan anaknya, Andri Wibawa (AW) sebagai tersangka. Ayah dan anak tersebut diduga korupsi pengadaan paket bahan pangan (sembako) untuk penanggulangan Covid-19 di Bandung Barat sebesar Rp3,7 miliar.

Selain keduanya, KPK juga menetapkan pemilik PT Jagat Dir Gantara (JGD) dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang (SSGCL) M Totoh Gunawan (MTG), sebagai tersangka. Totoh Gunawan diduga mendapat keuntungan sebesar Rp2 miliar. Total keuntungan yang diraup oleh ketiga tersangka tersebut dari korupsi pengadaan paket sembako bansos Corona sebesar Rp5,7 miliar. Baca juga: KPK Bakal Digugat ke Pengadilan Karena SP3 Kasus BLBI

"Dari kegiatan pengadaan tersebut, AUS diduga telah menerima uang sejumlah sekitar Rp1 miliar. MTG diduga telah menerima keuntungan sejumlah sekitar Rp2 milliar dan AW juga diduga menerima keuntungan sejumlah sekitar Rp2,7 miliar," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di kantornya Jalan Kuningan Persada Jakarta Selatan, Kamis (1/4/2021).

Alex, sapaan karib Alexander Marwata menjelaskan, awalnya pada Maret 2020 Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) menganggarkan sejumlah dana untuk penanggulangan pandemi Covid-19. Hal itu dilakukan dengan refocusing anggaran APBD tahun 2020 pada Belanja Tidak Terduga (BTT). Baca juga: Sejarah Baru, KPK Hentikan Kasus BLBI yang Jerat Sjamsul Nursalim dan Istrinya

Kemudian, pada April 2020, diduga ada pertemuan khusus antara Aa Umbara dengan M Totoh Gunawan. Pertemuan itu membahas keinginan dan kesanggupan M Totoh Gunawan untuk menjadi salah satu penyedia pengadaan paket bahan pangan (sembako) pada Dinas Sosial KBB, dengan syarat tertentu.

"(Syaratnya) dengan kesepakatan adanya pemberian komitmen fee sebesar 6 persen dari nilai proyek," kata Alex.

Untuk merealisasikan keinginan M Totoh, kemudian Aa Umbara memerintahkan Kadis Sosial KBB dan Kepala UKPBJ KBB untuk memilih dan menetapkan M Totoh sebagai salah satu penyedia pengadaan paket sembako pada Dinas Sosial KBB. 

"Bulan Mei 2020, AW (swasta) menemui AUS, untuk turut dilibatkan menjadi salah satu penyedia pengadaan sembako dampak Covid-19 di KBB yang langsung disetujui AUS dengan kembali memerintahkan Kadis Sosial KBB dan PPK Dinsos KBB agar ditetapkan," bebernya. Baca juga: Suap Bansos Corona, Juliari Batubara dan 2 Pejabat Kemensos Bakal Segera Diadili

Dalam kurun waktu April sampai Agustus 2020, di wilayah Kabupaten Bandung Barat, dilakukan pembagian bantuan sosial (bansos) bahan pangan dengan dua jenis paket. Jenis paket itu yakni untuk bantuan sosial Jaring Pengaman Sosial (Bansos JPS) dan bantuan sosial terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (Bansos PSBB) sebanyak 10 kali pembagian dengan total realisasi anggaran senilai Rp52,1 miliar. 

"Dengan menggunakan bendera CV JCM (Jayakusuma Cipta Mandiri) dan CV SJ (Satria Jakatamilung), AW mendapatkan paket pekerjaan dengan total senilai Rp36 Miliar untuk pengadaan paket bahan pangan Bansos JPS dan pengadaan paket bahan pangan Bansos JPS," ungkapnya.

"Sedangkan MTG dengan menggunakan PT JDG (Jagat Dir Gantara) dan CV SSGCL (Sentral Sayuran Garden City Lembang) mendapakan paket pekerjaan dengan total senilai Rp15, 8 miliar untuk pengadaan bahan pangan Bansos JPS dan Bansos PSBB," pungkasnya.

Atas perbuatannya, Aa Umbara disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i dan atau Pasal 15 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Juncto Pasal 56 KUHP. 

Sedangkan Andri dan Totoh disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 Juncto pasal 56 KUHP.

KPK langsung melakukan proses penahanan terhadap Totoh pada Kamis (1/4/2021). Totoh ditahan setelah rampung menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam perkara ini. KPK menjebloskan Totoh ke Rutan Pomdam Jaya Guntur, Jakarta. 

"Tim penyidik melakukan penahanan terhadap tersangka MTG untuk 20 hari ke depan terhitung mulai tanggal 1 April 2021 sampai dengan 20 April 2021 di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur," kata Alex.

Sedangkan Aa Umbara dan anaknya, Andri Wibawa, belum dilakukan penahanan. Sebab, keduanya mangkir alias tidak hadir pada panggilan pemeriksaan pada Kamis (1/4/2021), dengan alasan sakit. KPK mengultimatum keduanya agar hadir pada panggilan pemeriksaan selanjutnya.

"Dua tersangka yaitu AUS dan AW hari ini telah dilakukan pemanggilan namun yang bersangkutan mengkonfirmasi tidak bisa hadir karena sakit," kata Alex.

"Tim penyidik akan melakukan penjadwalan dan pemanggilan ulang yang akan kami informasikan lebih lanjut dan mengingatkan agar para tersangka koperatif hadir memenuhi panggilan dimaksud," imbuhnya.

(ads)



TAGS :

Komentar