MAKI Bakal 'Bertarung' dengan KPK di Pengadilan terkait 5 Gugatan Kasus Mangkrak

  • 05 April 2021 11:06 WITA
Koordinator MAKI, Boyamin Saiman
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) bakal 'bertarung' melawan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), pada hari ini. 'Pertarungan' itu berkaitan dengan gugatan praperadilan yang diajukan MAKI terhadap KPK atas lima kasus korupsi yang mangkrak.

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman mengatakan, pihaknya telah mendapat informasi sidang perdana gugatan praperadilan atas lima kasus korupsi yang mangkrak bakal digelar hari ini. Adapun, lima kasus yang mangkrak itu yakni, terkait Bank Century; e-KTP; bansos sembako kemensos; pengadaan helikopter AW; serta pengembangan Bupati Malang Rendra Kresna.

"Hari ini Senin, 5 April 2021 jam 10.00 WIB di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terjadwal sidang perdana 5 praperadilan yang diajukan MAKI melawan KPK atas perkara mangkrak yang cukup lama maupun baru namun berpotensi mangkrak," kata Boyamin melalui pesan singkatnya, Senin (5/4/2021).

Boyamin menjelaskan lima perkara yang mangkrak maupun berpotensi mangkrak tersebut. Berikut duduk perkara lima kasus di KPK yang digugat MAKI ke PN Jaksel : 

1. Bank Century

Sejak KPK kalah oleh Putusan Praperadilan Pengadilan Jakarta Selatan No. 24 tahun 2018 yang berisi melanjutkan Penyidikan untuk nama-nama lain ( Boediona dkk ) pengembangan dari perkara Budi Mulya namun hingga saat ini KPK belum menetapkan satupun Tersangka sehingga perkaranya mangkrak.

2. E-KTP

KPK pada tgl 13 Agustus 2019 telah menetapkan tersangka baru korupsi e-KTP yaitu Miryam S. Haryani, Isnu Edhi Wijaya, Husni Fahmi, dan Paulus Tanos. Perkara ini tidak ada perkembangan alias mangkrak hampir 2 tahun padahal mestinya bisa cepat karena hanya perkara pengembangan kasus e-KTP.

3. Pengadaan Heli AW

KPK pada tgl 16 Juni 2017 telah menetapkan Irfan Kurnia Saleh sebagai Tersangka dugaan korupsi pengadaan Helikopter AW 101, namun mangkrak hampir 4 tahun.

4. Sembako Bansos

KPK telah melakukan OTT dugaan suap penyaluran Sembako Bansos di Kemensos, namun prosesnya diduga tidak melakukan penggeledahan atas semua ijin penggeledahan yang telah diberikan Dewan Pengawas KPK. Praperadilan diajukan saat itu termasuk belum dipanggilnya Ihsan Yunus ( anggota DPR ) oleh KPK, meskipun akhirnya Ihsan Yunus telah dipanggil KPK namun Praperadilan ini tidak dicabut karena masih menyisakan masalah terkait Penyidik KPK tidak melaksanakan semua ijin penggeledahan dari Dewan Pengawas KPK.

5. Gratifikasi Bupati Malang Rendra Kresna

KPK telah melakukan proses persidangan atas dugaan gratifikasi yang diterima oleh Bupati Malang Rendra Kresna, namun hingga saat ini belum menetapkan Tersangka atas pihak yang diduga selaku pemberi yaitu IK, A, dkk sehingga perlu digugat Praperadilan untuk mencegah perkara ini menguap dikarenakan dianggap perkara kecil di daerah.

"Kelima gugatan Praperadilan ini diajukan sebagai upaya untuk mengembalikan Indek Persepsi Anti Korupsi yang menurun tahun 2020 di angka 37 dari sebelumnya angka 40 tahun sebelumnya (2019)," ungkapnya 

MAKI berpandangan Indek Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia turun ke angka 37 dari sebelumnya 40, salah satu faktor  penyumbang terbesarnya adalah terkait isu revisi UU KPK. Kemudian, kontroversi Pimpinan KPK periode Firli Bahuri dkk, serta banyaknya perkara mangkrak di KPK.

"Sehingga salah satu upaya menaikkan Indek Persepsi adalah dengan cara mengajukan gugatan Praperadilan untuk mengurangi dan mencegah perkara mangkrak di KPK," imbuhnya.

(ads)



TAGS :

Komentar