Pria Mengaku Anggota Polisi Embat HP Dituntut 10 Bulan Penjara

  • 06 April 2021 17:15 WITA
Males Baca?


MCWNEWS.COM, DENPASAR - Mengaku sebagai anggota Polri dan meminta handphone masyarakat, pria bernama Lutfi Abdullah (33) dituntut pidana penjara 10 bulan dalam sidang secara virtual di Pengadilan Negeri Denpasar.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Gusti Lanang Suyadnyana menyatakan perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 378 KUHP. 

Baca juga: Miliki Senpi, Pensiunan TNI Terancam 20 Tahun Penjara

"Memohon majelis hakim menjatuhkan pidana penjara 10 bulan kepada terdakwa," kata jaksa dalam sidang dengan hakim yang dipimpin Putu Gde Novyartha, Selasa (6/4/2021) di Pengadilan Negeri Denpasar.

Atas tuntutan itu terdakwa pun langsung mengajukan pembelaan secara lisan yang intinya mohon keringanan hukuman. 

Perbuatan yang dilakukan terdakwa bermula ketika ia menghentikan laju sepeda motor yang dikendarai saksi korban bernama I Gede Bayu Pradana di Jalan Imam Bonjol, Denpasar Barat, Selasa (5/1/2021).

 Baca juga: IPW Desak Kabareskrim Usut Raibnya Barang Bukti 11 kg Sabu

Di sana terdakwa yang mengaku sebagai anggota polisi kemudian bertanya kepada saksi korban "dimana helmu" dan dijawab saksi korban "saya buru-buru pak karena mau ke dokter".

Terdakwa kembali bertanya "ini yang bawa motor punya SIM" dan dijawab saksi korban "saya tidak punya".

Masih berlagak seperti polisi, terdakwa kembali bertanya "kamu mau ke rumah sakit mana, kok ke rumah sakit arahnya selatan" yang dijawab saksi korban "saya mau gadai HP dulu pak, baru ke dokter".

Usai bertanya, terdakwa lalu meminta handphone yang dibawa saksi korban dan temannya. 

Baca juga: DPC BMI Soroti Kinerja Kapolres Madina, Demi Tegaknya Supremasi Hukum

Belum cukup, terdakwa kemudian mengancam saksi korban dan temannya dengan mengatakan akan dibawa ke Polda Bali untuk dilakukan tes urine dan pemeriksaan rambut.

Karena ketakutan, Bayu Pradana menawarkan damai dan akan memberi uang Rp 100 ribu namun ditolak terdakwa.

Sesaat setelah terdakwa pergi sembari membawa handphone, saksi korban kemudian melaporkan peristiwa yang dialaminya ke kantor polisi.

(eli)



TAGS :

Komentar