KPK Tangkap Buronan Samin Tan, Langsung Dijebloskan ke Rutan

  • 06 April 2021 20:50 WITA
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menangkap bos Borneo Lumbung Energy and Metal (BLEM) Samin Tan, pada Senin (5/4/2021), kemarin. Samin Tan merupakan buronan KPK terkait kasus dugaan suap terminasi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup (PT AKT) di Kementerian ESDM.

Baca juga: MAKI Bakal 'Bertarung' dengan KPK di Pengadilan terkait 5 Gugatan Kasus Mangkrak

Deputi Penindakan KPK Karyoto membeberkan, Samin Tan sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak April 2020, lalu. Kemudian, KPK mendapatkan informasi dari masyarakat terkait keberadaan Samin Tan di salah satu cafe di daerah MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Senin (5/4/2021).

"Selanjutnya tim bergerak dan memantau keberadaan tersangka yang sedang berada di salah satu cafe yang berlokasi di wilayah Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat dan langsung dilakukan penangkapan," kata Karyoto saat menggelar konpers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (6/4/2021).

Samin Tan lantas dibawa oleh penyidik ke Gedung KPK untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Keesokan harinya atau pada Selasa (6/4/2021), KPK resmi merilis penahanan terhadap Samin Tan. Pengusaha batubara tersebut ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. 

Baca juga: Bakal Digugat terkait SP3 Kasus BLBI, KPK : Kami Hargai

"Penahanan Rutan dilakukan pada tersangka untuk 20 hari pertama terhitung sejak tanggal 6 April 2021 sampai dengan 25 April 2021 di Rumah  Tahanan KPK Gedung Merah Putih," bebernya.

Sebelum mendekam di sel tahanannya, Samin Tan bakal menjalani isolasi mandiri di Gedung lama KPK di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, selama 14 hari. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona di lingkungan Rutan KPK.

"Untuk tetap mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan Rutan KPK, Tersangka akan terlebih dulu dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari di Rutan KPK Cabang Kavling C1," katanya.

Baca juga: Sejarah Baru, KPK Hentikan Kasus BLBI yang Jerat Sjamsul Nursalim dan Istrinya

Dalam perkara ini, Samin Tan diduga memberi hadiah atau janji kepada mantan Anggota DPR, Eni Maulani Saragih terkait pengurusan terminasi Kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT AKT di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sejumlah Rp5 miliar.

Atas perbuatannya, Samin Tan disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang Undang No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.



TAGS :

Komentar