KPK Geledah 2 Kantor Dinas di Bandung Barat terkait Korupsi Bansos Corona

  • 07 April 2021 14:35 WITA
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah dua kantor dinas di Kabupaten Bandung Barat pada Selasa (6/4/2021). Dua kantor yang digeledah yakni milik Dinas Badan Perencanaan dan Penelitian Pengembangan Pembangunan (Bapelitbang) serta milik Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Baca juga: Segera Disidang, Wali Kota Non-aktif Cimahi Dipindah ke Rutan Polrestabes Bandung

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, penggeledahan di dua lokasi tersebut berkaitan dengan kasus dugaan korupsi pengadaan bahan pangan (sembako) untuk bantuan sosial (bansos) dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat.

"Penyidik KPK telah melakukan penggeledahan di dua lokasi berbeda yang berada di wilayah Kabupaten Bandung Barat yaitu di Kantor Dinas Badan Perencanaan dan Penelitian Pengembangan Pembangunan (Bapelitbang) Kabupaten Bandung Barat dan di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( DPMPTSP) Kabupaten Bandung Barat," kata Ali melalui pesan singkatnya, Rabu (7/4/2021).

Baca juga: KPK Tangkap Buronan Samin Tan, Langsung Dijebloskan ke Rutan

Dari penggeledahan tersebut, beber Ali, ditemukan dsn diamankan berbagai barang bukti. Barbuk itu diantaranya yakni, dokumen dan barang elektronik yang diduga terkait dengan perkara.

"Selanjutnya bukti-bukti ini akan divalidasi dan dianalisa untuk segera di ajukan penyitaannya guna menjadi barang bukti dalam berkas penyidikan perkara dimaksud," imbuhnya.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna (AUS) dan anaknya, Andri Wibawa (AW) sebagai tersangka. Ayah dan anak tersebut diduga korupsi pengadaan paket bahan pangan (sembako) untuk penanggulangan Covid-19 di Bandung Barat sebesar Rp3,7 miliar.

Baca juga: MAKI Bakal 'Bertarung' dengan KPK di Pengadilan terkait 5 Gugatan Kasus Mangkrak

Selain keduanya, KPK juga menetapkan pemilik PT Jagat Dir Gantara (JGD) dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang (SSGCL) M Totoh Gunawan (MTG), sebagai tersangka. Totoh Gunawan diduga mendapat keuntungan sebesar Rp2 miliar. Total keuntungan yang diraup oleh ketiga tersangka tersebut dari korupsi pengadaan paket sembako bansos Corona sebesar Rp5,7 miliar.

(ads)



TAGS :

Komentar