Segera Disidang, Wali Kota Non-aktif Cimahi Dipindah ke Rutan Polrestabes Bandung

  • 07 April 2021 02:39 WITA
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Wali Kota Non-aktif Cimahi, Ajay Muhammad Priatna, bakal segera disidang atas kasus dugaan suap terkait perizinan pembangunan RSU Kasih Bunda tahun anggaran 2018-2020. Sidang rencananya akan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Bandung.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, terdakwa Ajay Priatna juga akan dipindah penahanannya ke Rumah Tahanan (Rutan) Polrestabes Bandung, Jawa Barat. Hal itu, untuk memudahkan jalannya persidangan yang bakal digelar di Pengadilan Tipikor Bandung.

Baca juga: KPK Geledah 2 Kantor Dinas di Bandung Barat terkait Korupsi Bansos Corona

"Penahanan telah beralih dan menjadi kewenangan PN Tipikor dan selama proses persidangan terdakwa akan di titipkan penahanannya di Rutan Polrestabes Bandung," kata Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Rabu (7/4/2021).

Ali belum mendapat informasi lebih lanjut ihwal jadwal sidang perdana untuk Ajay Priatna. Kata Ali, pihaknya juga masih menunggu ketetapan jadwal sidang perdana dari Pengadilan Negeri Bandung.

"Selanjutnya menunggu penetapan penunjukan majelis hakim yang nantinya akan memimpin persidangan dan penetapan hari sidang dengan agenda pertama pembacaan surat dakwaan oleh tim JPU," jelasnya.

Baca juga: KPK Tangkap Buronan Samin Tan, Langsung Dijebloskan ke Rutan

Sebelumnya, KPK menetapkan Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna (AJM) dan Komisaris Rumah Sakit Umum Kasih Bunda Cimahi, Hutama Yonathan (HY) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan pembangunan RSU Kasih Bunda tahun anggaran 2018-2020.
Ajay Priatna diduga telah menerima suap sebesar Rp1,661 miliar dari total kesepakatan Rp3,2 miliar. Uang sebesar Rp1,661 miliar itu diterima Ajay Priatna dalam lima kali tahapan dari Hutama Yonathan. Uang itu disinyalir berkaitan dengan pembangunan penambahan Gedung RSU Kasih Bunda.

(ads)



TAGS :

Komentar