Geledah Rumah Keluarga Aa Umbara, KPK Amankan Dokumen terkait Korupsi Bansos

  • 08 April 2021 12:18 WITA
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah lima lokasi di daerah Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat, pada Rabu, 7 April 2021. Penggeledahan berkaitan dengan kasus dugaan korupsi pengadaan paket bahan pangan (sembako) untuk penanggulangan pandemi Covid-19 di wilayah Bandung Barat.

Adapun, lima lokasi yang digeledah itu merupakan kediaman keluarga Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna (AUS). Aa Umbara Sutisna sendiri sudah ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka dalam perkara ini.

"Tim penyidik KPK telah melakukan penggeledahan di 5 lokasi berbeda yang berada di wilayah Lembang Kabupaten Bandung Barat yaitu rumah kediaman dari pihak-pihak yang ada hubungan keluarga dengan tersangka AUS dan diduga mengetahui rangkaian perbuatan para tersangka dalam perkara ini," beber Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Kamis (8/4/2021).

Penyidik mengamankan sejumlah barang bukti usai menggeledah rumah keluarga Aa Umbara. Barang bukti yang diamankan diantaranya dokumen yang diduga berkaitan dengan perkara ini.
 
"Pada 5 lokasi tersebut, ditemukan dan diamankan berbagai bukti diantaranya dokumen yang diduga terkait dengan perkara. Selanjutnya bukti-bukti ini akan divalidasi dan dianalisa untuk segera di ajukan penyitaannya guna menjadi barang bukti dalam berkas penyidikan perkara dimaksud," ucap Ali.

Sebelumnya, KPK resmi menetapkan Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna (AUS) dan anaknya, Andri Wibawa (AW) selaku pihak swasta sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengadaan paket bahan pangan (sembako) untuk penanggulangan pandemi Covid-19.

Tak hanya anak dan ayah tersebut, KPK juga menetapkan pemilik PT Jagat Dir Gantara (PT JDG) dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang (SSGCL) M Totoh Gunawan (MTG) sebagai tersangka dalam kasus ini. Para tersangka tersebut diduga total menerima keuntungan Rp5,7 miliar dari korupsi tersebut.

Dalam perkara ini, Aa Umbara Sutisna diduga menerima uang sebesar Rp1 miliar terkait pengadaan paket bahan pangan sembako untuk penanggulangan Covid-19 di Bandung Barat. Sedangkan Andri Wibawa, diduga menerima keuntungan sebesar Rp2,7 miliar. Sementara M Totoh Gunawan diduga menerima Rp2 miliar.

(ads)



TAGS :

Komentar