Pegawai KPK Nyolong Emas Barbuk Kasus Korupsi untuk Bayar Utang, Langsung Dipecat

  • 08 April 2021 16:55 WITA
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar sidang pelanggaran kode etik terhadap pegawai lembaga antirasuah berinisial IGAS, pada hari ini. IGAS disidang etik oleh Dewas karena kedapatan mencuri emas batangan seberat 1,9 kilogram.

Emas batangan yang dicuri oleh IGAS itu merupakan barang bukti (barbuk) kasus suap yang menjerat mantan pejabat Kemenkeu, Yaya Purnomo. IGAS bisa mencuri emas batangan itu karena memang bertugas Direktorat Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi (Labuksi) KPK.

"Yang bersangkutan mengambil barbuk yang ada di tempat penyimpanan barbuk karena dia seorang anggota juga di situ anggota satgas. Sehingga dia bisa mengambil barbuk. Barbuk dalam perkara Yaya Purnomo," kata Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean di kantornya Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (8/4/2021).

IGAS mencuri emas batangan dalam jumlah yang tidak sedikit yakni, sekira 1,9 kilogram. Oknum pegawai KPK itu mencuri emas batangan dalam beberapa kali tahapan pada akhir Januari 2020. 

"Barbuk jumlahnya cukup banyak. Ada empat tempat, kalau ditotal semua bentuknya adalah emas batangan, kalau ditotal semua emas batangan itu adalah 1.900 gram. Jadi kurang 100 gram, dua kilogram," bebernya.

IGAS nekat mencuri emas batangan barbuk tindak pidana korupsi karena terlilit utang. Ia terlilit utang setelah gagal dalam bisnis trading forex. Sebagian emas yang dicurinya sempat digadaikan dan hasil gadai Rp900 juta digunakan untuk membayar utang.

"Sebagian daripada barang yang udah diambil ini dikategorikan sebagai pencurian atau setidaknya penggalapan ini digadaikan oleh yang bersangkutan karena yang bersangkutan memerlukan sejumlah dana untuk bayar utang-utangnya," ungkap Tumpak.

"Cukup banyak utangnya, karena yang bersangkutan terlibat dalam suatu bisnis tidak jelas, forex-forex itu," imbuhnya.

Atas peristiwa itu, Dewas telah mengambil keputusan untuk memberhentikan IGAS sebagai pegawai KPK secara tidak hormat. Selain itu, IGAS juga telah dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan pencurian atau penggelapan.

"Telah kita putuskan dengan bunyi amarnya bahwa yang bersangkutan melakukan pelanggran kode etik tidak jujur, menyalahgunakan kewenangannya untuk kepentingan pribadinya dan ini pelanggaran nilai integritas yang ada kita atur sebagai pedoman perilaku untuk seluruh insan KPK," kata Tumpak.

(ads)



TAGS :

Komentar