KPK Jebloskan Bupati Bandung Barat dan Anaknya ke Jeruji Besi

  • 09 April 2021 20:40 WITA
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron saat menggelar konpers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (9/4/2021)
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna (AUS) dan anaknya, Andri Wibawa (AW). Ayah dan anaknya tersebut dijebloskan ke penjara setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, hari ini.

Baca juga: Bupati Bandung Barat Jadi Tersangka Suap

Keduanya merupakan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan paket bahan pangan (sembako) dalam rangka penanggulangan bencana pandemi Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat. Aa Umbara dan Andri Wibawa akan ditahan selama 20 hari kedepan untuk masa penahanan pertamanya.

"Melakukan penahanan pada para tersangka masing-masing selama 20 hari kedepan," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron saat menggelar konpers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (9/4/2021).

Keduanya bakal ditahan terhitung sejak 9 April 2021, hingga 28 April 2021. Ghufron membeberkan, Aa Umbara bakal ditahan di Rutan KPK cabang Gedung Merah Putih. Sementara itu, Andri Wibawa ditahan di Rutan KPK cabang Kavling C1.

Baca juga: Bupati Bandung Barat dan Anaknya Diduga Korupsi Bansos Corona Rp3,7 Miliar

Sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19, kata Ghufron, keduanya akan menjalani isolasi mandiri terlebih dahulu selama 14 hari di rutan KPK kavling C-1.

Diketahui, KPK menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi Covid-19 pada Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat Tahun 2020.

Baca juga: KPK Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Bansos Covid-19 di Bandung Barat

Tiga tersangka, yaitu Bupati Bandung Barat 2018-2023 Aa Umbara Sutisna (AUS), Andri Wibawa dari pihak swasta/anak dari Aa Umbara, dan pemilik PT Jagat Dir Gantara (JDG) dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang (SSGCL) M Totoh Gunawan (MTG). 

"Setelah melakukan proses penyelidikan dan menemukan bukti permulaan yang cukup, KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan pada Maret 2021 dengan menetapkan tersangka AUS, AW, dan MTG," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (1/4/2021). 

Dalam proses penyidikan kasus tersebut, Alex mengatakan tim penyidik KPK telah memeriksa 30 saksi terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Pemkab Bandung Barat dan beberapa pihak swasta lainnya. 

Baca juga: KPK Sita Bukti Elektronik Usai Geledah 2 Rumah terkait Korupsi Bansos di Bandung Barat

Atas perbuatan tersebut, Aa Umbara disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i dan atau Pasal 15 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 56 KUHP. 

Sementara itu, tersangka Andri dan M Totoh disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 56 KUHP.

(ads)



TAGS :

Komentar