Kepala DPPAD Papua Kecam Keras Aksi Penembakan 2 Guru Oleh KKB

  • 11 April 2021 07:56 WITA
Foto: Instagram
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAYAPURA - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sangat pantas disebut teoris. Pasalnya aksi brutal mereka menyasar guru pedalaman yang telah dengan sepenuh hati mengabdikan diri untuk pendidikan anak-anak Papua. 

Seperti yang dilakukan kelompok KKB pimpinan Sabinus Waker yang pada Kamis (8/4/2021) membunuh seorang guru bernama Oktovianus Rayo (42) di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak. Lalu diikuti dengan perusakan fasilitas 

Baca juga: Guru Asal Toraja Meninggal Tertembak di Papua, Jenazahnya Belum Dievakuasi

SD Impres Beoga, SMPN 1 Beoga dan SMAN 1 Beoga dan terbaru kelompok ini juga menembak mati guru Yonathan Randen pada Jumat (9/4/2021) dirumahnya di Distrik Bioga Kabupaten Puncak.

Aksi-aksi KKB ini telah melukai dunia pendidikan di Papua. Pasalnya guru yang menjadi garda terdepan pendidikan malah menjadi sasaran kekejaman kelompok ini.

Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua, Christian Sohilait, SH, M.Si mengecam keras tindakan anarkisme kelompok KKB.

Baca juga: Gubernur Koster Harap Kebijakan Spesifik Pemerintah Pusat untuk Bali

"Kami berduka dan mengutuk keras atas peristiwa yang mengakibatkan seorang guru kami meninggal dunia," kata Christian, Sabtu, (10/4/2021) di Jayapura.

Atas peristiwa tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk memberikan rasa aman terhadap para guru.

"Kami telah berkoordinasi dengan jajaran Polda Papua untuk memberikan jaminan keamanan kepada guru-guru yang hingga kini masih berada di Beoga," kata dia.

Dikatakan juga, langkah yang diambil adalah sementara mengungsikan para guru ketempat yang lebih aman, dan Mimika menjadi tujuan sementara.

"Beberapa guru yang bukan orang asli di situ kita sudah memaksakan evakuasi ke Timika Kabupaten Mimika," jelasnya.

Baca juga: Dalam Waktu Dekat Pembunuh Cewek Michat Bakal Diadili

Dikatakannya, lima orang guru telah berhasil dievakuasi dari Kampung Julugoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, ke Mimika. Mereka dalam kondisi trauma setelah dua rekannya tewas ditembak KKB.

"Mereka semua trauma dan minta pulang kampung. Hari ini mereka pulang ke rumah keluarganya dulu, besok mereka pulang ke Toraja," pungkas Kepala DPPAD Papua Christian Sohilait.

(dy)



TAGS :

Komentar