Aktivis HAM Papua Theo Hesegem Sebut Guru Jangan Dibunuh

  • 11 April 2021 22:40 WITA
Direktur Eksekutif Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua Theo Hesegem
Males Baca?

 

MCWNEWS.COM, JAYAPURA - Direktur Eksekutif Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua Theo Hesegem mengecam aksi brutal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap dua orang guru di Beoga Kabupaten Puncak.

Theo meminta dilakukan investigasi mendalam dari berbagai pihak untuk mengungkap kasus itu. KKB atau OPM kata Theo harus tahu bahwa guru adalah aset pendidikan bagi anak-anak Papua.

"Perlu ada tim gabungan yang melibatkan dari perbagai pihak untuk melakukan Investigasi mendalam terhadap penembakan 2 Guru yang merupakan sebagai pengajar, menurut saya mereka harus diberikan kebebasan dan penghargaan karena mereka juga adalah bagian dari masyarakat sipil yang sama sekali tidak punya senjata dan tidak tau masalah apa-apa," jelas Theo seperti press rilis yang diterima media ini, Minggu (11/4/2021).

Tim gabungan yang dimaksud Theo dibentuk secara indefenden dan Profesional, yang melibatkan pihak Gereja, LSM, Komnas ham, termasuk pemerhati ham. sehingga kerja juga dapat terukur dan Profesional. 

Dirinya mengaskan penyesalannya atas kasus pembunuhan dua orang guru yakni Oktovianus Rayo dan Stevanus Rendeng oleh OPM. Diketakannya, kedua guru tersebut adalah masyarakat sipil dan tidak tahu masalah. 

Saya sebagai pembela ham sangat menyesal tindakan brutal yang diduga dilakukan oleh OPM, yang mengorbakan kedua guru, yang sama sekali tidak tau masalah apa-apa ? apa untungnya menembak warga masyarakat sipil yang nota benenya tidak tau masalah  ? sebagai warga negara mereka juga punya hak hidup yang sama dengan kita, sebagai warga negara mereka juga punya hak hidup di seluruh Indonesia termasuk Tanah Papua," ucapnya. 

Dijelaskannya, OPM harus juga memahami bahwa guru datang ke Papua utamanya diwilayah pedalaman untuk membangun sumber daya manusia di tanah Papua, jangan juga dituding mata-mata.

"kok mereka ditembak ? Menurut saya adanya guru maka kita bisa menjadi pintar dan menjadi orang-orang hebat di tanah ini, untuk membangun Papua. Seharusnya Guru diberikan kebebasan  sehingga bebas mejalani tugas dan tangung jawab mereka  sebagai guru, oleh karena itu mereka harus bebas  dan dihargai dan di hormati oleh semua orang termasuk OPM, kedatangan mereka di Beoga, mereka ingin membangun sumber daya manusia, pendidikan di tanah papua lebih Khusus Kabupaten Puncak  Ilaga," jelasnya.

Tanpa guru, tehas Theo, pendidikan di Papua tidak bisa maju, tidak akan ada kaum intelektual, pejabat dan sebagainya tanpa kehadiran guru. 

"Semua orang punya kewajiban untuk menjaga dan melindungi mereka sekalipun mereka adalah masyarakat Non Papua, sehingga hubungan masyarakat asli Papua dan masyarakat warga non papua memiliki hubungan yang sangat harmonis dan membangun beradaban di tanah Papua," ucapnya.

Menurutnya aksi brutal OPM sangat merugikan anak-anak sekolah, karena tanpa guru sekolah tidak akan berjalan dengan lancar, semua murid akan menjadi bodok karena tidak belajar dengan baik. 

"Seharusnya guru-guru tidak perlu ditembak dan menurut saya, tindakan ini, tindakan tidak manusiawi," tegasnya lagi.

Kata Theo, aksi penembakan kedua guru tersebut malah mencederai perjuangan OPM atau TPNPB, yang selama ini mencari perhatian dan dukungan dunia internasional.

"Menurut saya kalau misalnya itu betul dilakukan oleh OPM atau TPNPB sangat menciderai perjuangan mereka  yang selama ini berjuang untuk Papua merdeka di mata Internasional. Sebagai pembela ham sangat menyesal tindakan yang dilakukan oleh Aparat TNI/Polri dan OPM/ TPNPB yang selalu sangat tidak profesional, menurut saya seluruh tindakan ini harus dipertangung jawabkan secara hukum sesuai undang-undang yang berlaku," katanya.

Menurutnya, pelaku penembakan terhadap kedua guru tersebut harus ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku, karena tindakan yang dilakukan adalah tindakan melanggar hukum dan menghilangkan nyawa orang, sehingga dapat dipertanggung jawabkan di depan hukum. Polda Papua harus mempersiapkan langka-langka hukum," pungkasnya.

(dy)



TAGS :

Komentar