Polri Sosialisasi Larangan Mudik dan Berlakukan 'Putar Balik' Kendaraan

  • 13 April 2021 11:38 WITA
Asisten Kapolri Bidang Operasi (Asops) Irjen Pol. Imam Sugianto
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Asisten Kapolri Bidang Operasi (Asops) Irjen Pol. Imam Sugianto hadir dalam Rapat Koordinasi secara virtual melalui aplikasi zoom Meeting yang membahas tentang Kesiapan Menghadapi Bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriah.

Jenderal polisi bintang dua ini mengatakan akan secara tegas berlakukan putar balik kendaraan pemudik.

Baca juga: Aktivis HAM Papua Theo Hesegem Sebut Guru Jangan Dibunuh

Hal ini tentu sangat beralasan sebagai pelaksanaan atas dikeluarkannya SE Satgas Nasional Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah sebagai upaya pengendalian penyebaran COVID-19.

“Kepolisian Republik Indonesia dalam menghadapi lebaran atau Hari Raya Idul Fitri tahun ini, kembali menggelar Operasi Ketupat 2021, diawali pada fase sebelum operasi dengan melakukan upaya sosialisasi, himbauan, penyekatan untuk antisipasi pemudik yang mendahului, pengecekan surat kesehatan dan penyediaan posko tes COVID-19,” tegas Irjen Imam, Selasa (13/4/2021).

Baca juga: Gubernur Koster Harap Kebijakan Spesifik Pemerintah Pusat untuk Bali

Pada fase pelaksanaan operasi yaitu tanggal 6 sampai dengan 17 Mei 2021, yaitu penegasan penerapan SE 13 Tahun 2021, putar balik kendaraan pemudik, dan akan melakukan penutupan jalan tol dan non tol bagi kendaraan selain angkutan logistik, BBM, sembako, dan yang dikecualikan. Juga diwaspadai pemeriksaan kendaraan dengan modus truk bawa pemudik atau pemudik membawa ambulance dan lainnya.

Khusus bagi yang dikecualikan untuk ASN, TNI, POLRI, Pegawai BUMN dan masyarakat, wajib membawa surat izin pimpinan minimal Eselon II, pimpinan perusahaan tempat kerja dan print out tanda tangan basah, sedangkan masyarakat yang melakukan perjalanan karena alasan mendesak misalnya ada kedukaan atau keluarga sakit wajib membawa surat izin dari kepala desa atau lurah setempat.

Baca juga: Kunjungi Lembata, Presiden Jokowi Pastikan Kebutuhan para Pengungsi Tercukupi

“Jika pada saat pemeriksaan di pos-pos jaga menunjukkan gejala, maka wajib dilakukan tes swab berbasis PCR untuk memastikan tidak terpapar virus COVID-19, dan jika ditemukan positif maka tidak boleh melanjutkan perjalanan, tetapi harus dirujuk ke rumah sakit untuk perawatan,” pungkas Irjen Imam.

(rls)



TAGS :

Komentar